Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 20.5 ° C

Polres Cirebon Kota Berhasil Tangkap Pembunuh Santri

Ani Nunung Aryani
ILUSTRASI ancaman pembunuhan.*/ANTARA
ILUSTRASI ancaman pembunuhan.*/ANTARA

CIREBON, (PR).- Polres Cirebon Kota berhasil meringkus dua pelaku pembunuhan terhadap santri Pondok Pesantren Khusnul Khotimah, Minggu, 8 September 2019. Keduanya ditangkap di dua lokasi yang berbeda. Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berupaya kabur saat hendak ditangkap.

Pelaku penusukan adalah residivis yang belum lama bebas dari penjara. Setelah membunuh santri Muhammad Rozien, keduanya juga membegal korban lainnya di lokasi tidak jauh dari pembunuhan santri. Dari keterangan korban pembegalan itulah, polisi berhasil mengungkapkan identitas pelaku pembunuhan terhadap santri kelas VII MAN Khusnul Khotimah.

Menurut Wakapolres Cirebon Kota, Komisaris Marwan Fajrian, pelaku pertama berinisial YS (19), warga Jalan Nelayan Pesisir, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Pelaku kedua adalah RM (18), warga RT 3/RW 3 Kelurahan/Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

"Penangkapan kedua pelaku setelah kami menerjunkan tim untuk menyelidiki kasus tersebut," katanya.

Selain penyelidikan di sekitar TKP, yakni di trotoar Bank Mandiri Syariah, tim menyelidiki kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi tidak jauh dari lokasi pembunuhan. Selisih waktunya pun tidak terlalu lama.

Berdasarkan keterangan saksi dua kasus berbeda itu, ciri-ciri pelaku dan modus yang dilakukan sama. Selanjutnya, tim mencari tahu identitas pelaku dengan ciri-ciri yang disampaikan oleh tim dengan memperlihatkan foto YS yang dibenarkan oleh korban pembegalan.

"Minggu dini hari, tim berhasil menangkap pelaku pembunuhan YS beserta barang bukti berupa satu bilah pisau dan satu unit sepeda motor Yamaha ZR warna putih hitam," katanya.

Sedangkan, tersangka RM alias Nono ditangkap di daerah Cangkol Selatan tidak lama setelahnya. Saat penangkapan, kepolisian pun melakukan tindakan tegas dengan menembakkan senjata api karena keduanya melakukan perlawanan dan berupaya melarikan diri.

TEMPAT kejadian perkara/DOK. PR

Korban sedang menunggu ibunya, preman tiba-tiba datang menusuknya

Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran Polres Cirebon Kota memburu preman bertato yang menusuk santri Pondok Pesantren Khusnul Khotimah Kabupaten Kuningan hingga meninggal, Jumat, 6 September 2019, malam.

Korban M Rozian (17) ditusuk orang tidak dikenal di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo yang ramai, sekitar pukul 20.30. Santri kelas 12 MAN Khusnul Khotimah itu hendak menjemput ibunya yang datang dari Banjarmasin, untuk menghadiri rapat wali murid di pesantrennya.

Menurut keterangan saksi yang rekan korban, mereka berdua sedang menunggu ibu korban di seberang toko buku Gramedia. Tiba-tiba, datang preman yang bertato di leher dan anggota badan lainnya.

Dengan modus menuduh korban sebagai orang yang telah memukul temannya, preman tersebut langsung menodongkan pisau ke arah korban. Korban yang tidak tahu-menahu langsung menyangkal, namun pelaku tetap ngotot menuduhnya.

Melihat temannya terancam, rekan korban berusaha mencari bantuan kepada orang-orang sekitarnya. Namun, saat teman korban kembali ke tempat semula, korban sudah tersungkur bersimbah darah sambil memegangi dadanya.

Saat itulah, ibu kandung korban sampai di lokasi dan mendapati anaknya sudah berdarah. Keduanya langsung melarikan korban ke RS Gunung Jati Kota Cirebon.***

Bagikan: