Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 20.1 ° C

Kondisi Bangunan SDN di Krangkeng Memprihatinkan

Gelar Gandarasa
SISWA di SDN Kalianyar II tengah mengikuti pembelajaran pada Sabtu, 7 September 2019. Bangunan sekolah tersebur sudah tak layak pakai.*/GELAR GANDARASA/PR
SISWA di SDN Kalianyar II tengah mengikuti pembelajaran pada Sabtu, 7 September 2019. Bangunan sekolah tersebur sudah tak layak pakai.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri Kalianyar II yang terletak di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu tak layak pakai. Sudah sejak lama pemerintah tak pernah merenovasi sekolah tersebut. Pihak sekolah pun mesti memberlakukan sistem giliran karena tidak semua kelas bisa digunakan.

Pantauan "PR" di SDN Kalianyar II pada Sabtu, 7 September 2019, di sekolah tersebut total ada 6 ruang kelas. Namun yang bisa difungsikan hanya 5 ruang kelas saja.

Meski difungsikan, kondisi kelima kelas itu pun cukup memprihatinkan. Lantai kelas sebagian nampak rusak tak berubin. Tak ayal lantai kelas pun bertabur pasir. Hal itu diperparah oleh retaknya tembok kelas sehingga meninggalkan celah beberapa sentimeter.

Saat menengok ke langit-langit kelas ada sebagian yang bolong sehingga hawa panas menyeruak dari atas. Tak layaknya bangunan diikuti juga oleh buruknya sarana di sekolah. Hal itu terlihat dari bangku dan meja yang sudah reyot termakan usia. Sebagian kursi pun tak memiliki penahan punggung sehingga dikhawatirkan membahayakan para siswa.

Kondisi seperti itu bisa diamati di setiap ruang kelas. Bergeser sedikit ke toilet, kondisinya juga sama memprihatinkan. Meski masih berfungsi, kondisi toilet cukup tak layak digunakan bagi para siswa. Buruknya bangunan sekolah dikeluhkan oleh para siswa di sekolah dasar negeri tersebut. "Ingin sekolah yang bagus," ucap Firmansyah, salah seorang siswa.

Vindy Ferdiansyah, tenaga pengajar di SDN Kalianyar II mengakui, dirinya tak mengetahui pasti sejak kapan bangunan sekolah rusak. Namun yang pasti, semenjak ia pindah ke sekolah kondisinya sudah seperti itu. "Saya ke sini pindah lima tahun yang lalu. Setahu saya ini bangunan tahun 1983," ucap Vindy. Sejak saat itulah, Vindy belum pernah melihat bangunan sekolah mendapatkan sentuhan renovasi.

Buruknya kondisi kelas memang dikhawatirkan oleh guru. Seringkali proses belajar mengajar pun terhambat akibat hal tersebut. "Debu-debu di lantai yang rusak kan berbahaya bagi pernapasan," ungkapnya.

Dia menambahkan, saat ini pihak sekolah hanya menggunakan lima dari enam ruang kelas yang ada. Sebab satu kelas dinilai sudah sangat tak layak sehingga pihak sekolah menyegel ruangan tersebut. Penutupan ruang kelas pun dilakukan beberapa hari yang lalu.

Akibat dari penutupan itu pihak sekolah pun mesti memberlakukan sistem giliran kepada siswa. Hak itu guna menjaga supaya semua siswa mendapatkan materi dari guru. "Ruangan perpustakaan juga dipakai untuk kelas," ungkapnya. Sementara itu, SDN Kalianyar II diisi oleh 90 orang siswa yang berasal dari sekitar sekolah mulai dari kelas satu sampai enam. Adapun tenaga pengajar berjumlah 8 orang termasuk kepala sekolah. "Sekolah masih menggunakan tenaga honorer dengan honor sekitar Rp 2 juta untuk 5 orang," ucap dia.***

Bagikan: