Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

2020, Pantai Pangandaran Sudah Seperti Bali

Agus Kusnadi
PANTAI Pangandaran.*/AGUS KUSNADI/KP
PANTAI Pangandaran.*/AGUS KUSNADI/KP

PANGANDARAN, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Pangandaran serius untuk memajukan sektor pariwisata di Jawa Barat khususnya pariwisata di Kabupaten Pangandaran.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, ada 7 hasil pembahasan yang disampaikan pada saat pertemuan nya bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Jumat, 6 September 2019 kemarin.

Menurut Jeje, ada 7 hal hasil pembahasan dibahas pada saat itu yakni dalam satu bulan ke depan akan dikaji persiapan pembukaan penerbangan Bandung ke Pangandaran, melakukan inventarisasi masalah bandara Nusawiru untuk persiapan pesawat besar masuk, penataan pantai Pangandaran yang akan dilanjutkan tahun 2020, tiga lokasi wisata yang dikembangkan atau dibangun yaitu pantai Karapyak, Batu Hiu dan Batu Karas.

"Desaian pantai Karapyak agar disempurnakan, supaya ada ikon di ujungnya. Lalu desain pantai Batu Hiu dan pantai Batu Karas juga demikian supaya di bangun untuk pasar seninya," ungkap Jeje, Minggu, 8 September 2019.

Lanjut Jeje, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun akan membangun taman terbuka di lahan milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat jabar yang ada di blok Pamugaran pantai barat Pangandaran dengan menggandeng pihak ketiga.

"Pak Gubernur juga meminta ke kita untuk membuat buku desaian wisata Pamgandaran, termasuk di dalamnya ada desain Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Jadi nanti taman terbuka yang akan di bangun di lokasi lahan milik Dinas Sosial Provinsi itu untuk mukanya KEK yang ada di Grand Pangandaran," katanya. 

Jeje menambahkan, pada pertemuan nya dengan Gubernur yang terakhir yaitu untuk membuat nama Rumah Sakit Umum Pangandaran. "Pak Gubernur memberikan nama untuk RSU Pangandaran yaitu Pandega. Pandega itu ada dua singkatannya yaitu Pangandaran Sehat Dan Bahagia yang kedua dalam bahasa sundanya ngajaga," ujar Jeje. 

Kata Jeje, secara global, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ingin mendorong Pangandaran betul-betul menjadi kawasan wisata yang dibanggakan di Jawa Barat artinya memiliki level yang dibandingkan dengan wisata di daerah lainnya. 

"Kalau perlu hampir menyamai Bali lah, kira-kira begitu, itu konsep desainnya. Dengan adanya dorongan dari Gubernur, maka saya lebih yakin dan semangat lagi membangun Pangandaran," ucapnya. 

Selain itu, kata Jeje, pada tahun 2020, untuk jalur pantai dari Pangandaran menuju pantai Batu Karas sudah tersambung. Bahkan dirinya pun telah mendapatkan kabar dari rekan-rekannya di PT Kereta Api Indonesia, reaktifasi kereta api sudah dimulai.

"Coba lihat tingkat kunjungan sekarang cukup tinggi. Sekarang kita menata pantai sehingga di 2020 Pangandaran akan berubah luar biasa. Apalagi ditahun 2021 jalan tol Bandung ke Banjar sudah selesai," ujarnya. 

Sementara berdasarkan informasi dari Sekretaris Tim Khusus Penarik Retribusi Pariwisata Kab Pangandaran, Sarlan mengatakan, bahwa untuk hasil jumlah kunjungan wisata per 7 September 2019 di obyek wisata pantai Pangandaran berjumlah 18.599 orang pengunjung, pantai Batu Karas 4.117 orang, pantai Batu Hiu 505 orang dan pantai Karapyak 897 orang. 

"Jadi jumlah pengunjung dalam satu hari total sebanyak 24.118 orang pengunjung," ujar Sarlan.***

Bagikan: