Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

PDIP Optimistis Menang Pilkada di 5 Kabupaten/Kota 

Tim Pikiran Rakyat
PDIP menyiapkan strategi untuk memenangkan pilkada di kabupaten dan kota Jawa Barat.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA
PDIP menyiapkan strategi untuk memenangkan pilkada di kabupaten dan kota Jawa Barat.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA

SOREANG, (PR).- PDI Perjuangan (PDIP) menargetkan kemenangan di 5 kabupaten/kota pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Jawa Barat 2020 mendatang, dari 8 kabupaten/kota yang melaksanakan pesta demokrasi tersebut. Delapan kabupaten/kota itu, yakni Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran dan Kota Depok. Target kemenangan itu sesuai dengan yang diungkapkan DPP PDI Perjuangan. 

"Kita optimistis bisa tercapai. Kita harus semangat untuk melakukan perubahan," kata Ketua DPD PDI Perjuangan Ono Suroni kepada wartawan di sela-sela kunjungan DPD PDI Perjuangan Jawa Barat dalam rangka konsolidasi Pilkada tahun 202O di Aula Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Jalan Jaksa Naranata Baleendah, Sabtu 7 September 2019. 

Optimis untuk meraih kemenangan pada pilkada itu, lanjut Ono, mengingat PDI Perjuangan memiliki kader partai yang saat ini menjadi incumbent kepala daerah. Di antaranya, di Kabupaten Pangandaran dan Tasikmalaya. 

"Sementara di enam kabupaten dan kota yang tak punya incumbent, berusaha untuk menemukan figur atau tokoh partai untuk berkoalisi memenangkan pertarungan. Sebenarnya, PDI Perjuangan simple, mengusung figur dengan memperhatikan elektabikitas dan popularitas. Apakah nantinya siap di nomor satu atau nomor 2, kita fleksibel dan terbuka," ungkapnya.

Melawan dinasti 

Sementara untuk di Kabupaten Bandung dan Indramayu, kata Ono, karena berhadapan dengan pola dinasti, pihaknya akan menyiapkan figur yang kuat untuk melawan dinasti. 

Ono pun mengungkapkan, pola dinasti dalam kepemimpinan kepala daerah di Kabupaten Bandung,  tak menutup kemungkinan masih berjalan dan itu dikembalikan lagi kepada masyarakat dan sekitarnya. 

"Pola dinasti cukup mengangkat isu dasar berkaitan dengan kesejahteraan rakyat. Saya pikir, pola dinasti terus berjalan di Kabupaten Bandung tak berhasil menekan angka kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, meningkatkan pendidikan dan infrastruktur," tuturnya. 

Untuk mengubah pola dinasti dalam pemerintahan, kata Ono, "Inilah saatnya masyarakat Kabupaten Bandung melakukan perubahan. Pola dinasti tidak kembali menang pada pilkada. PDI Perjuangan punya kekuatan untuk mengubah Kabupaten Bandung lebih baik lagi," katanya. 

Lebih lanjut Ono mengungkapkan, jelang pelaksanaan pilkada serentak 2020 di Jawa Barat, PDI Perjuangan secara terbuka sudah membuka pendaftaran bursa calon kepala daerah. Bukan hanya untuk kader partai, pemdaftaran itu untuk seluruh masyarakat di Jabar. Pendaftaran bursa bakal calon kepala daerah, baik bupati maupun wakil bupati serta wali kota maupun wakil wali kota itu dibuka sejak 1 sampai 20 September 2019.

Verifikasi

Ono mengatakan, setelah membuka pendaftaran bakal calon kepala daerah tersebut, hasilnya oleh masing-masing DPC PDI Perjuangan di setiap kabupaten/kota disampaikan ke DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat untuk dilaksanakan fit and proper test dan verifikasi. 

Selanjutnya, katanya, oleh DPD disampaikan ke DPP PDI Perjuangan untuk dilaksanakan psikotes dan sekolah partai,  khusus untuk calon kepala daerah. 
"Dengan harapan rekomendasi dikeluarkan DPP PDI Perjuangan paling lambat Februari 2020," harap Ono. 

Selain dibuka secara umum, imbuh Ono, tokoh masyarakat maupun warga dari luar partai diberikan kesempatan seluas-seluasnya untuk mendaftarkan diri pada bursa bakal calon kepala daerah tersebut. 

Menghadapi pilkada Kabupaten Bandung, Ono mengungkapkan, PDI Perjuangan tak bisa mencalonkan sendiri karena hanya memiliki 7 kursi di DPRD Kabupaten Bandung. Unuk itu, ia mengintruksikan DPC PDI Perjuangan untuk menjalin komunikasi seluas-luasnya dengan partai  lain di Kabupaten Bandung. 
"Terutama dengan partai politik yang punya kursi di DPRD Kabupaten Bandung," katanya.

Sampai Sabtu (7/9/2019), setelah sepekan dibuka pendaftaran bursa calon bupati dan wakil bupati Bandung, kata Ono, belum ada bakal calon yang mendaftarkan diri. "Mudah-mudahan pada Senin (9/9/2019) ada yang mendaftarkan diri. Karena yang akan mendaftar hari Senin itu, kemarin sudah datang ke DPD PDI Perjuangan, dan diharapkan datang ke DPC PDI Perjuangan," jelasnya.

Ia menyatakan, PDI Perjuangan memiliki figur terbaik untuk menjadi calon bupati dan wakil bupati Bandung. Di antaranya, H. Yadi Srimulyadi (Anggota DPR RI), Nia Purnakania (Anggota DPRD Provinsi Jabar), kedua figur ini sangat menonjol di lapangan. Apalagi sebelumnya, Yadi sempat menduduki pimpinan DPRD Kabupaten Bandung, selain sempat menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan. 

"Tentunya sebagai kader partai harus realistis menghadapi pilkada. Tak hanya figur di kalangan internal partai, tapi mempunyai popularitas di seluruh masyarakat, dan  elektabilitasnya cukup. Kemudian partai melakukan proses verifikasi, psikotes dan lainnya," ungkapnya. 

Dari kalangan artis yang hendak mendaftar pun, kata Ono, PDI Perjuangan siap untuk menerimanya. "Jangankan artis, semua pihak, termasuk kader partai dan partai lain pun bisa saja diterima," tuturnya kepada wartawan Galamaedia, Engkos Kosasih. 

Menurutnya, pendaftaran bursa calon kepala daerah itu lebih awal, supaya bisa lebih konkrit. Harapan lainnya, setelah rekomendasi keluar pada Januari-Februari 2020, mesin partai untuk lebih solid guna memenangkan pilkada mendatang.***

Bagikan: