Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

Begini Cara Aman Pengemudi Lintasi Jalur Gentong Tasikmalaya

Bambang Arifianto
FOTO udara Lingkar Gentong di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis, 9 Mei 2019.*/ANTARA
FOTO udara Lingkar Gentong di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis, 9 Mei 2019.*/ANTARA

SINGAPARNA, (PR).- Rentetan kecelakaan akibat kendaraan yang mundur di jalur lingkar Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya membuat para pengemudi yang melintas perlu berhati-hati. Pengemudi harus mengatur kecepatan dan jarak aman serta memastikan kondisi kendaraan prima ketika melewati jalan penuh kelokan ‎tersebut. 

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Tasikmalaya Kota Ipda Dadang Juanda berbagi tips aman untuk pengendara saat melintasi lingkar Gentong. ‎"Pengendara harus memperhatikan jarak aman dengan kendaraan yang di depannya. Jangan terlalu dekat, terutama dengan kendaraan berat," kata Dadang dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 7 September 2019, sekira pukul 09.00 WIB. Kendaraan-kendaraan juga tak boleh saling mendaha‎lui, lantaran medan jalur Gentong banyak tikungan. 

"Bagi kendaraan yang ada di belakang truk atau bus ketika naik tanjakan  harus memperhatikan jarak aman kira-kira 50 meter dengan kendaraan berat (truk, bus)," ucapnya. Sedangkan persoalan kecepatan kendaraan juga perlu diperhatikan.

"‎Kendaraan beban berat dari barat menuju timur (kecepatannya) 20 sampai dengan 30 kilometer/jam,  bus bisa 40 kilometer/ jam, untuk kendaraan kecil 50 kilometer/jam. Untuk R2 (sepeda motor) maksimal 60 kilometer/jam," ujar Dadang‎. 

Secara umum, kendaraan ‎yang melintas dari arah timur ke barat dan sebaliknya, kecepatan aman maksimalnya 50 kilometer per jam. Dadang berpesan pula kondisi kendaraan harus betul-betul prima mengingat medan jalan yang cukup berat itu.

Beberapa kasus kendaraan mundur, tuturnya, disebabkan kondisi kendaraan tak prima dan kelebihan‎ beban muatan. Pengemudi dituntut rajin mengecek kondisi kendaraan serta mengurangi beban muatannya. Titik rawan kecelakaan, lanjut Dadang, berada mulai dari Kadipaten sampai kawasan Gentong karena penuh tanjakan dan tikungan.

Kepala Polsek Kadipaten AKP Erus juga turut mewanti-wanti pengemudi harus ekstra hati-hati melewati Gentong. "Untuk kendaraan di tanjakan/turunan atau mau belokan harus di gigi kecil 1 atau 2, jaga jarak dengan kendaraan di depannya terutama di tanjakan," tuturnya. Terkait kecepatan, Erus meminta pengemudi memperhatikan pula situasi keramaian wilayah Gentong.

Seperti diketahui, peristiwa kecelakaan karena mundurnya kendaraan berat terjadi dan memakan korban di Gentong belakangan ini. Pada ‎Kamis, 5 September 2019, sebuah truk kontainer berjalan mundur sehingga menabrak warung di tepi jalan tersebut. Kejadian itu terjadi di Kampung Gentong, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, pukul 03.00 WIB. 
Kecelakaan tunggal itu bermula saat truk kontainer nomor polisi B 9051 UEJ yang dikemudikan Ujang (53) tengah parkir di lokasi kejadian. Truk itu memiliki muatan triplek-triplek kayu tebal. Pengemudi truk asal Cempakaputih Barat, Jakarta Pusat tersebut‎ memang tengah beristirahat. Diduga karena ganjalnya kecil, sehingga  kendaraan tersebut mundur sendiri dan menabrak warung yang berada di sebelah kanan.

Akibatnya,  warung yang tertabrak rusak parah dan penghuninya, Hendra (27) meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Jasa Kartini, Kota Tasikmalaya. Kerugian material mencapai Rp 20 juta.

Pada Senin, 19 Agustus 2019, kecelakaan serupa yang melibatkan empat kendaraan roda empat terjadi juga di lingkar Gentong, sekira pukul 01.00 WIB. Awalnya, sebuah trukk engkel nomor polisi  Z 9369 HD dengan ‎pengemudi, Sansan (35) melaju dari timur (Ciawi) menuju barat (Malangbong). Tiba di tempat kejadian, pengemudi diduga terlambat pindah gigi ketika melewati jalan menanjak. Akibatnya, truk mundur kembali dan berbenturan dengan kendaraan light truk nomor polisi Z 9066 DB yang tengah parkir dengan sopir bernama Dadang Mulyana (30).

Kendaraan engkel tersebut terguling lalu bagian kanannya menimpa bagian depan kendaraan grandmax dan kendaraan light truk E 9461 VC. Peristiwa tersebut membuat ke empat kendaraan mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Polisi yang menerima laporan pun mendatangi tempat kejadian perkara dan meminta keteragan para saksi.***

Bagikan: