Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

Volume dan Bau Sudah Tak Tertahankan, Sampah di Sungai Kalijambe Bekasi Dibersihkan

Tommi Andryandy
PETUGAS dari berbagai instansi terjun membersihkan sampah yang menutupi Sungai Kalijambe di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat 6 September 2019. Diperlukan setidaknya empat hari untuk membersihkan sampah yang diprediksi mencapai 100 ton tersebut.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
PETUGAS dari berbagai instansi terjun membersihkan sampah yang menutupi Sungai Kalijambe di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat 6 September 2019. Diperlukan setidaknya empat hari untuk membersihkan sampah yang diprediksi mencapai 100 ton tersebut.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bekasi akhirnya membersihkan puluhan ton sampah yang menutupi Sungai Kalijambe di Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat 6 Septmeber 2019. Sebelumnya, sampah menutupi aliran sungai hingga sepanjang 500 meter.

Pembersihan sungai dilakukan dengan mengerahkan sedikitnya 100 petugas gabungan yang berasal dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, personel TNI, petugas kecamatan dan desa, serta warga sekitar.

Mereka terjun ke sungai untuk mengangkut sampah menggunakan sejumlah peralatan. Pengangkutan sampah dilakukan dengan menggunakan alat berat. Sementara itu, empat truk sampah dan dua gerobak bersepeda motor disiapkan untuk mengangkut sampah.

Camat Tambun Selatan Iman Santoso mengatakan, pengangkutan sampah dilakukan setelah diketahui bahwa sampah menutupi permukaan sungai.

PETUGAS dari berbagai instansi terjun membersihkan sampah yang menutupi Sungai Kalijambe di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat 6 September 2019. Diperlukan setidaknya empat hari untuk membersihkan sampah yang diprediksi mencapai 100 ton tersebut.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

Tidak hanya itu, sampah telah mengeluarkan bau tidak sedap dan mencemari lingkungan. Sungai dibersihkan setelah mendapat instruksi langsung Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja.

“Berdasarkan instruksi langsung dari pimpinan, pembersihan mulai dilakukan. Ada personel gabungan dan bantuan dari berbagai instansi dan warga sekitar. Pembersihan akan dilakukan mulai pagi ini sampai sore. Target kami, empat hari pengangkutan ini selesai,” ucap dia.

PETUGAS dari berbagai instansi terjun membersihkan sampah yang menutupi Sungai Kalijambe di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat 6 September 2019. Diperlukan setidaknya empat hari untuk membersihkan sampah yang diprediksi mencapai 100 ton tersebut.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

Iman berkata, setidaknya terdapat 100 ton sampah yang menutupi sungai tersebut. Rata-rata sampah berasal dari dapur rumah tangga yang dibuang langsung ke sungai.

“Sampah tergolong banyak, maka kami akan bekerja keras membersihkan sungai. Sampah diangkut ke TPA Burangkeng Setu,” ucap dia.

Sering terjadi, jangan dianggap wajar

Temuan kasus sungai yang tertutup sampah itu menjadi yang kesekian kali di Kabupaten Bekasi. Pada Januari lalu, ratusan ton sampah menutupi Kali Pisang Batu di Kecamatan Tarumajaya. Sampah bahkan menutupi aliran sungai hingga sepanjang 1 kilometer.

Hal serupa kembali ditemukan di Kali Bahagia Kecamatan Babelan. Pada Juli lalu, kali yang berbatasan langsung dengan Kota Bekasi itu diketahui tertutup sampah hingga 1,5 kilometer.

PETUGAS dari berbagai instansi terjun membersihkan sampah yang menutupi Sungai Kalijambe di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat 6 September 2019. Diperlukan setidaknya empat hari untuk membersihkan sampah yang diprediksi mencapai 100 ton tersebut.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

Menanggapi berulangnya sampah yang tertutup sampah, Bupati Eka Supria Atmaja sudah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk lebih ketat mengawasi lingkungan, terutama yang kerap menjadi lokasi pembuanga sampah liar.

“Sudah saya instruktikan sejak beberapa waktu lalu, persoalan sampah terus berulang tapi jangan kemudian berulang-ulang terus. Maka saya sudah peringatkan ini,” ucap dia.

Kendati demikian, Eka Supria Atmaja mengatakan, kebersihan lingkungan tidak hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga warga. Karena dalam sejumlah kasus, sampah yang menutupi sungai terjadi karena banyak warga yang tidak menyadari pentingnya kebersihan lingkungan.***

Bagikan: