Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 22.6 ° C

Pria Buta Huruf di Bekasi Jadi Tersangka Penggelapan Limbah, Kuasa Hukum Menduga Ada Rekayasa

Yusuf Wijanarko
TUNA aksara/DOK. PR
TUNA aksara/DOK. PR

CIKARANG, (PR).- Pria yang tidak bisa membaca dan menulis bernama Misdah menjadi korban penipuan dengan latar belakang bisnis. Misdah lantas ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Bekasi karena diduga melakukan penggelapan limbah perusahaan di Kabupaten Bekasi.

Misdah yang merasa kasusnya direkayasa akhirnya mengajukan praperadilan. Apalagi, penetapan status tersangka didaga berbalut kepentingan bisnis.

"Praperadilan itu berkaitan dengan status tersangka klien saya dalam kasus penggelapan limbah," kata kuasa hukum Misdah, Simjon HJ Von Bullow dari Advocat Law Firm Moluccas, Jumat 6 September 2019 kepada Antara.

Praperadilan ditempuh karena Misdah tidak merasa melakukan penggelapan limbah di PT Goshsyu Industries. Sebelumnya, Misdah diberi hak pengelolaan, pengangkutan, dan penjualan limbah milik perusahaan tersebut hingga perjanjian tertulis dibuat pada 2003 lalu.

Setahun kemudian, tepatnya 2004, kata Simjon, Misdah membuat perusahaan sendiri dan terjadi perjanjian kedua. Namun, pada perjalanan itu Misdah ditagih membayar tunggakan pembelian limbah oleh perusahaan sebesar Rp 7 miliar. Pegawai perusahaan tidak bisa menjelaskan secara rinci tunggakan itu.

"Dikhawatirkan, pihak perusahaan memanfaatkan kondisi Misdah yang tidak bisa membaca dan menulis," katanya.

Karena tidak bisa membaca dan menulis, Misdah memutuskan untuk menyerahkan usaha pengolahan limbah kepada rekanannya.

Penyerahan pengolahan limbah itu sekaligus meminta perusahaan rekanan Misdah bisa menyelesaikan tunggakan limbah yang diminta perusahaan.

Pencurian limbah

Simjon mengatakan, pada November 2018 terjadi pencurian limbah yang kemudian direkayasa agar bisa melibatkan Misdah.

"Aksi pencurian itu kami duga ada kepentingan bisnisnya dan merekayasa Misdah terlibat karena sampai menggandeng LSM untuk melapor ke Polres Metro Bekasi," ucapnya.

Atas penahanan itu, Simjon menilai ada banyak kejanggalan karena saat pencurian diduga terjadi, Misdah sedang dirawat di RS Mitra Keluarga.

Terkait pencurian dan penggelapan, tidak berarti dilakukan Misdah karena pengelolaan dilakukan juga oleh rekanan perusahaan Misdah.***

Bagikan: