Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

Pengunjung Pasar Keluhkan Kontainer Sampah

Tati Purnawati
PETUGAS  sedang membersihkan sampah yang berserakan di samping kontainer sampah di Terminal Rajagaluh atau depan Pasar Rajagaluh, kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON
PETUGAS sedang membersihkan sampah yang berserakan di samping kontainer sampah di Terminal Rajagaluh atau depan Pasar Rajagaluh, kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

MAJALENGKA,(PR).- Keberadaan kontainer sampah yang disimpan depan pasar Rajagaluh bersatu dengan Terminal Rajagaluh, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka menebarkan bau busuk. Bahkan tumpukan sampah yang berdampingan dengan areal parkir kendaraan roda empat dan roda dua itu menganggu pengunjung pasar dan calon penumpang, Jumat 6 September 2019.

Selain menyita tempat, aneka sampah pasar pun mengeluarkan air yang menjijikan. Air dari sampah mengalir membasahi permukaan aspal dan airnya mengeluarkan bau.

Dekat kontainer tersebut pada pagi hari atau hari pasar juga dipergunakan untuk pedagang klemprakan. Di situ juga ada parkir kendaraan roda dua dan beberapa meter bagian barat sejumlah kendaraan roda empat terparkir menunggu muatan, bahkan pagi hari bus berjejer di sana.

Sejumlah pedagang tak mempedulikan bauk busuk sampah dan lalat hijau beterbangan. Petugas sampah setiap waktu berupaya menyapu dan mengangkat sampah yang berserakan ke atas kontainer tersebut.

Pengunjung pasar yang melintas sebagian harus menutup hidungnya rapat-rapat, atau ada juga yang berjalan cepat saat melintasi kontainer tersebut untuk menghindari bau sampah.

“Idealnya kontainer sampah ini tidak di depan terminal apalagi bersatu dengan deretan kendaraan. Bau busuk menebar ke mana-mana,” ungkap Ice warga Desa Setu.

Hal senada disampaikan pengunjung pasar lainnya Acih warga Sukahaji, adanya kontainer hingga menyulitkan untuk parkir sepeda motor karena menghindari bau dan helm yang khawatir ikut dihinggapi lalat hijau.

Harusnya, menurut mereka, kontainer sampah disimpan di belakang pasar, jangan di depan terminal sehingga tidak menganggu estetika, kesehatan, menganggu lahan, dan sebagainya. Karena beberapa meter dari lokasi tersebut juga terdapat warung nasi, warung minuman dan penjual makanan lainnya.

Beberapa petugas parkir mengatakan keberadaan kontainer sampah sudah cukup lama di sana bahkan sudah bertahun-tahun. Pernah hilang beberapa saat namun kontainer kembali disimpan di terminal angkutan.

“Katanya tidak ada tempat. Di belakang ada pasar sayuran dan buah-buahan akhirnya tempat sampah balik lagi ke sini.” kata petugas parkir.***

Bagikan: