Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

Knop Bunga Raflesia Layu Sebelum Berkembang

Tim Pikiran Rakyat
TAMPAK kondisi knop bunga raflesia yang tumbuh di hutan lindung Cagar Alam pantai Pangandaran layu dan mengering akibat tidak terkena air hujan, Jumat, 6 September 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
TAMPAK kondisi knop bunga raflesia yang tumbuh di hutan lindung Cagar Alam pantai Pangandaran layu dan mengering akibat tidak terkena air hujan, Jumat, 6 September 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Sebanyak tujuh knop bunga raflesia padma yang tumbuh di kawasan hutan lindung Cagar Alam pantai Pangandaran akhirnya mengering. Bunga langka yang tumbuh dalam setahun sekali itu akhirnya layu dan mengering sebelum mekar.

Gugurnya tujuh knop bunga raflesia tersebut menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Kab. Pangandaran, Uking Iskandar, disebabkan musim kemarau yang panjang. Bahkan dirinya sudah memprediksi apabila knop tersebut tidak terkena hujan maka knop tidak akan mekar dan akhirnya layu sebelum berkembang.

"Apabila knop bunga raflesia muncul di permukaan tanah, lalu tidak hujan pasti knop akan mengering. Tidak mekar," ujar Uking, Jumat, 6 September 2019.

Biasanya bunga rafflesia atau rafflesia arnoldii yang ada di hutan cagar alam, kata Uking, akan mekar sejak bulan Agustus kemarin.

"Tapi tidak ada hujan sama sekali lalu knop raflesia pun membusuk," katanya.

Menurut dia, bunga langka ini biasanya akan mekar dan tumbuh membesar hingga memiliki diameter sekitar 40 sampai 50 cm dan panjang lidahnya sekitar 45 cm.

Penelitian

Menurut Uking, pihaknya juga sempat dikunjungi para mahasiswa dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) untuk melakukan penelitian tentang keberadaan rafflesia di hutan cagar alam pantai Pangandaran.

Uking menjelaskan, jenis bunga parasit yang ukurannya bisa melebihi bunga jenis lainnya, biasanya bisa  dijumpai hampir di setiap sudut kawasan cagar alam, seperti di Goa Miring, sepanjang aliran sungai Badeto, Curug Leutik dan di beberapa lokasi-lokasi lainnya.

“Bunga ini tidak seperti bunga-bunga yang lainnya yang mengeluarkan bau wangi-wangian, bunga jenis raflesia ini justru akan mengeluaran bau busuk pada saat bunganya mekar," ujarnya.

Walaupun berbau namun, kata Uking, bunga raflesia menjadi daya tarik wisatawan yang ingin melihat langsung dan mendatangi keberadaan bunga tersebut, meskipun harus menempuh jarak sekitar beberapa kilometer untuk sampai ke lokasi.

"Biasanya kalau raflesia berkembang, wisatawan atau para mahasiswa berbondong-bondong untuk melihat bunga ini," ucapnya kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi.***

Bagikan: