Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Sedikit awan, 19.8 ° C

Monyet Jarah Isi Warung, Pedagang Merugi

Nurhandoko
KAWANAN monyet berkerumun cari makanan di sekitar Gong Perdamaian.*/NURHANDOKO/PR
KAWANAN monyet berkerumun cari makanan di sekitar Gong Perdamaian.*/NURHANDOKO/PR

CIAMIS,(PR).- Kawanan monyet di Objek Lokasitus Ciung Wanara, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis belakangan ini lebih sering keluar dari habitatnya. Diperkirakan perubahan perilaku tersebut akibat berkurangnya stok makanan di hutan sudah habis sehingga keluar dari habitatnya dan menjarah makanan milik pedagang.

Pantauan di objek wisata Situs Karangkamulyan, Kamis 5 September 2019, beberapa monyet ekor panjang tampak berjalan di luar hutan yang ada di sekitar situs. Monyet lainnya bertengger di atas atap warung yang ada di sekitar, bahkan ada pula yang mencoba membuka tutup gerobak makanan yang ditinggalkan pedagang.

Beberapa monyet tampak berjalan di bawah pohon besar yang letaknya tidak jauh dari lokasi Gong Perdamaian Dunia. Kawanan yang jumlahnya lebih banyak, tampak berada di sekitar luar situs.  

Sebenarnya, keberadaan monyet di tempat tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri, bagi wisatawan. Karena mereka dapat memberi makan, seperti kacang, kue, atau lainnya. Hanya saja saat ini diperkirakan populasinya jauh di atas daya dukung kawasan hutan yang menjadi sumber pakan monyet.

“Lengah sedikit saja, monyet langsung mengambil makanan, Sekarang semakin berani, tidak hanya nasi, mi instan dan lauk pauk, tetapi juga megambil kopi dan minuman lainnya. Ulah monyet itu membuat para pedagang banyak yang merugi,” ungkap Marlina, seorang pedagang di tempat tersebut, Kamis 5 September 2019.  

Berbagai upaya dilakukan pedagang untuk mengusir monyet. Salah satunya dengan memajang boneka anjing, akan tetapi usaha tersebut juga gagal. Memang, lanjutnya, sebelumnya juga ada monyet datang ke warung, akan tetapi sejak beberapa minggu ini semakin sering.  “Tidak hanya warung, kebun pisang di bantaran sungai juga menjadi sasaran,” tuturnya.  

Hal senada dikatakan Kayah, pedagang lainnya. Saat musim kemarau banyak monyet yang keluar dari habitatnya hutan Situs Karangkamulyan, dibandingkan saat penghujan. Namun demikian, lanjutnya monyet tersebut tidak berani mendatangi rumah warga. “Kemarau jadi makanan di hutan habis, jadi turun cari makan diluar,” ungkapnya.

Serangan meningkat

Terpisah Kepala Desa Karangkamulyan Mohamad Abdul Haris mengatakan serangan monyet menjarah barang dagangan, meningkat sejak tiga minggu terakhir. Diperkirakan, hal itu disebabkan karena sumber makanan moyet di hutan sudah habis, sehingga mencari makanan keluar dari habitatnya.

“Tiga minggu terkahir ini penjarahan makanan oleh monyet semakin sering, dibandingkan sebelumnya. Untuk mengusir monyet, pedagang juga memasang boneka anjing, yang digerak-gerakan, hanya awal saja monyet takut,” kata Haris.

Dia memerkirakan kemungkinan monyet keluar dari habitatnya karena kekurangan sumber makanan di hutan. Selain itu populasi moyet jauh melebihi daya dukung sumber pakan, serta perubahan perikalu monyet setelah sering bertemu dengan manusia.  

Saat ini, dia memerkirakan populasi monyet ekor panjang berjumlah 300 ekor terbagi dalam lima kelompok. Untuk menambah stok makanan, lanjutnya, bersama dengan instasi terkait, menanam aneka pohon  buah-buahan, akan tetapi belum sampai besar, tanaman tersebut dirusak rusak monyet.

“Kami berharap ada penelitian. Apabila over populasi, bisa saja dipindah ke tempat lain, karena kan monyet dilindungi. Ini dilema, karena keberadaan monyet juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan, akan tetapi karena jumlahnya sangat banyak jadi cukup mengganggu,” tuturnya.***

Bagikan: