Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 21.6 ° C

Kontraktor Tiongkok Digeser, BUMN Garap Proyek Tol Cisumdawu

Adang Jukardi

KEPALA Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danang Parikesit kepada wartawan saat meninjau terowongan jalan tol Cisumdawu Seksi 2 (Rancakalong-Sumedang) di  Kec. Pamulihan, Kamis 5 September 2019.*/ADANG JUKARDI/PR
KEPALA Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danang Parikesit kepada wartawan saat meninjau terowongan jalan tol Cisumdawu Seksi 2 (Rancakalong-Sumedang) di Kec. Pamulihan, Kamis 5 September 2019.*/ADANG JUKARDI/PR

SUMEDANG, (PR).- Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan  Ruang  Jabar, A. Koswara menuturkan, untuk mendukung pembangunan jalan tol Cisumdawu, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar akan membangun jaringan jalan kabupaten dan provinsi yang menjadi pintu keluar- masuk kendaraan dari jalan tol.

“Pembangunannya  dengan melakukan pelebaran jalan dan menaikan status jalan. Misalnya, menaikan status jalan kabupaten menjadi jalan provinsi,  termasuk jalan nasional. Kami akan mengusulkan ke Kementerian PUPR. Terlebih saat ini kami sudah menerima usulan dari pengelola jalan tol untuk menaikan status jalan kabupaten menjadi jalan provinsi,” kata A. Koswara, Kamis 5 September 2019.

Di tempat yang sama. Kadishub Jabar Hery Antasari mengatakan, pembangunan jalan tol Cisumdawu dinilai sesuai visi Gubernur Jabar Ridwan Kamil yakni membangun  konektivitas antar wilayah.  Terlebih tol Cisumdawu  akan menghubungkan dengan BIJB Kertajati. 

“Oleh karena itu, kami sangat berterima kasih kepada Kepala BPJT dan jajaran Kementerian PUPR serta pihak terkait lainnya yang sudah berupaya maksimal dalam membangun jalan tol ini,” katanya.

Progresnya baik

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danang Parikesit mengatakan, pada pengerjaan proyek tol Cisumdawu di seksi 1 dan 2, ada pengalihan pekerjaan proyek dari kontraktor Tiongkok kepada kontraktor BUMN. Pengalihan pekerjaan itu, atas perintah Menteri PUPR M. Basuki Hadimuljono. “Asalnya bagian pekerjaan kontraktor Tiongkok 65%  dan BUMN 35%. Atas perintah pak menteri,  bagian pekerjaan kontraktor  Tiongkok jadi 45% dan BUMN 55%.  Alhamdulillah, dengan pengalihan pekerjaan itu progresnya berhasil dengan baik,” tuturnya. 

Danang menyebutkan, dalam proses pengerjaan fisik, di beberapa lokasi ada aktivitas   galian dan timbunan yang masif. Bahkan volume hasil galian dan timbunan tanahnya begitu besar hingga sekitar 5-7 juta meter kubik. Bahkan ada galian dan timbunan tanah  setinggi 36 meter. “Meski harus bekerja di medan yang cukup berat, para enginer kita ternyata mampu bekerja dengan sangat baik dan menggunakan teknologi dengan  baik juga,” tuturnya. 

Lebih jauh ia  menjelaskan, dilihat dari  kontur tanah dan visual jalur tol Cisumdawu, dinilai terindah di Indonesia. Dipercantik lagi dengan keberadaan terowongan sepanjang 472 meter yang di atasnya akan ditumbuhi tanaman yang bisa memperkuat lereng perbukitan. Terowongan di tol Cisumdawu itu, satu-satunya di Indonesia.   “Oleh karena itu, harapan kami jalan  tol ini tak hanya menjadi  koneklsi penting dari Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) saja, melainkan bisa memberikan  akses bagi pengguna jalan tol  menuju berbagai objek wisata di wilayah Kab Sumedang,” ujarnya. 

Ia juga berharap Pemprov Jabar  dan pemerintah kabupaten/kota agar memanfaatkan  jalan tol Cisumdawu guna meningkatkan perekonomian daerah melalui penjualan berbagai produk lokal.  Misalnya, menjual berbagai kuliner,  fesyen dan produk  kerajinan di rest area jalan tol. “Apalagi rute jalan tol Cisumdawu ini cantik. Tak hanya cocok untuk berswafoto saja,  tapi juga bisa dimanfaatkan untuk memasarkan berbagai produk lokal,” kata Danang. 

Ditanya akses tol Cisumdawu ke BIJB, ia mengatakan, untuk saat ini akses ke BIJB Kertajati bukan dari tol Cisumdawu, melainkan harus melalui jalan tol Cipali  yang dibangun LMS (Lintas Marga Sedaya). Namun saat ini, sudah ada nota kesepahaman bersama  antara PT CKJT dengan pihak BIJB untuk membuat akses jalan  tambahan ke kawasan   Aero City dan BIJB. “Jadi, nantinya  ada dua akses ke BIJB. Dengan dua akses ini, ada tambahan manfaat dan  daya tarik lainnya,” ucapnya.***

Bagikan: