Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Umumnya cerah, 22.6 ° C

Dishub Purwakarta dan Dishub Jabar Tingkatkan Pengawasan terhadap Truk

Hilmi Abdul Halim
KECELAKAAN beruntun terjadi di km 91 Tol Cipularang, Senin 2 September 2019.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
KECELAKAAN beruntun terjadi di km 91 Tol Cipularang, Senin 2 September 2019.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Dinas Perhubungan tingkat daerah hingga provinsi meningkatkan pengawasan terhadap angkutan barang berat di jalan raya maupun jalan tol. Hal itu menyusul kecelakaan yang terjadi di jalan raya dan di Tol Cipularang yang disebabkan kelalaian sopir dan pengelola truk.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, menyatakan bahwa ia mengintruksikan dinas terkait untuk membatasi jam operasional truk di jalan arteri. "Karena medan jalan arteri dari Ciganea-Sukatani-Cianting itu juga medannya berat. Di situ tempat keluar masuk truk," katanya, Kamis, 5 September 2019.

Anne mengatakan, ia pun berencana menyurati para pengelola angkutan barang berat yang beroperasi di wilayah Purwakarta. Ia meminta mereka tidak beroperasi saat jam-jam sibuk aktivitas masyarakat seperti pagi dan siang hari.

Sedangkan untuk jalur tol, Dishub Purwakarta secara rutin melakukan pengecekan truk di pintu Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi. "Tetapi, kewenangan kita kesulitannya (memeriksa truk) dari arah Bandung ke Jakarta," kata Anne menambahkan.

Selama ini, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk kendaraan dari arah Jakarta ke Bandung. Petugas Dishub Purwakarta biasa memberhentikan setiap truk yang kedapatan melanggar aturan seperti kelebihan muatan atau tidak menutup baknya.

Anne mengatakan, jajarannya juga sempat melakukan operasi yang sama beberapa hari sebelum tabrakan beruntun di Tol Purbaleunyi kilometer 91, Senin, 2 September 2019. "Dalam operasi tersebut masih ditemukan truk yang kelebihan muatan," katanya.

Logo Kabupaten Purwakarta/DOK. PR

Upaya pencegahan harus dilakukan dari pusat, provinsi, dan daerah

Upaya pencegahan yang dilakukan jajarannya dikatakannya tidak cukup. Karena itu, Anne meminta Pemerintah Provinsi maupun pusat untuk meningkatkan pencegahan kecelakaan melalui penambahan fasilitas jalan raya hingga pemeriksaan kendaraan.

Apabila diminta, kata dia, Pemkab Purwakarta juga bersedia menjadi operator kamera pengawas di ruas jalan tol. Anne mengatakan, daerahnya saat ini memiliki pusat informasi berisi layar pemantau dari kamera pemantau yang tersebar di jalan raya.

Upaya pengecekan truk bermasalah juga telah dilakukan jajaran Dishub Jawa Barat. Bahkan, intensitasnya akan ditambah setelah kejadian tabrakan beruntun yang melibatkan 20 kendaraan dan menewaskan delapan orang beberapa waktu lalu.

"Ke depannya, bersama Jasa Marga, kita ingin membuat tempat khusus untuk penurunan barang di rest area," kata Koordinator Penguji Kendaraan Bermotor Dishub Jawa Barat, Enjang Kusmana. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penimbangan terlebih dulu terhadap truk sebelum masuk tol.***

Bagikan: