Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Umumnya cerah, 21.2 ° C

Cisumdawu Diklaim Akan Jadi Jalan Tol Terindah di Indonesia

Tim Pikiran Rakyat
JALAN Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Sumedang, difoto dari udara Jumat 31 Mei 2019.*/ANTARA
JALAN Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Sumedang, difoto dari udara Jumat 31 Mei 2019.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Hingga saat ini, pemerintah terus menggenjot pengerjaan ruas jalan tol Cisumdawu (Cileunyi, Sumedang, Dawuan). Kehadiran jalan tol itu diharapkan bisa mndongkrak petumbuhan ekonomi di kawasan yang dilintasinya dan menjadi penunjang Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Majalengka.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit meyakini ruas jalan tol Cisumdawu akan menjadi salah satu jalan tol terindah di Indonesia. hal itu disampaikannya saat meninjau pembangunan tol Cisumdawu, Kamis 5 September 2019.

"Tol Cisumdawu barangkali akan menjadi salah satu tol yang secara kontur dan secara visual terindah di Indonesia saat ini, dibuktikan dengan kemampuan para insinyur kita untuk bekerja di kondisi medan yang tidak mudah," ucapnya kepada Prfmnews.

KEPALA Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit meninjau pembangunan Tol Cisumdawu, Kamis 5 September 2019.*/PRFMNEWS

Di atas terowongan akan ditambah ornamen berupa tumbuh-tumbuhan. Hal itu diharapkan bisa menambah indah lansekap tol Cisumdawu yang ditargetkan rampung 2020.

Terowongan di tol Cisumdawu diklaim sebagai terowongan tol terpanjang di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Selain itu, pembangunan tol Cisumdawu dibangun di atas daerah yang tak mudah dilintasi.

Oleh karena itu, jika tol Cisumdawu rampung dengan baik, akan menjadi bukti bahwa para tenaga kerja Indonesia pnya daya saing tinggi dengan pekerja dari negara lain.

"Jalan tol ini juga memberikan bukti bahwa insinyur Indonesia bekerja baik dengan teknologi yang sangat baik sampai hari ini. Kalau ada beberapa masalah berkaitan dengan tanah, kita lakukan (atasi) secara bertahap," ucapnya.

Pembangunan tol Cisumdawu dibagi menjadi beberapa seksi. Setiap seksinya dikerjakan kelompok yang berbeda mulai dari pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR, pemerintah daerah, dan pihak swasta.

"Harapan kami, mudah-mudahan bisa diselesaikan hingga akhir 2020. Ada yang bagian pemerintah dan ada bagian dari badan usaha," ujarnya.***

Bagikan: