Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Langit umumnya cerah, 19 ° C

700 Perusahaan Garut Siap Serap 20 Ribu Pekerja Lokal

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI tenaga kerja.*/DOK PR
ILUSTRASI tenaga kerja.*/DOK PR

GARUR, (PR).- Tingginya angka pengangguran selama ini masih menjadi permasalahan yang sulit terpecahkan di Kabupaten Garut. Banyaknya investor yang ingin menanamkan modalnya di Garut, diharapkan bisa mengatasi permasalahan tersebut.

Kasi Persyaratan Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Yanti Siti Maryati, menyebutkan Pemkab Garut terus berupaya mengatasi masalah tingginya angka pengangguran di daerahnya. Berbagai upayapun terus dilakukan dengan harapan jumlah angka pengangguran secara bertahap bisa terus berkurang.

"Pemkab Garut menargetkan hingga tahun 2024 sekitar 20 ribu tenaga kerja lokal bisa terserap di 700 perusahaan. Sejumlah industri pun kini mulai menanamkan investasi di Garut dan ini bisa jadi solusi," ujar Yanti, Kamis 5 September 2019.

Dikatakannya, kehadiran sejumlah perusahaan di Garut diyakininya bisa membantu penyerapan tenaga kerja. Apalagi setiap perusahaan mempunyai kewajiban untuk menerima tenaga kerja lokal.

Yanti menilai dengan terus menjamurnya investor di Garut, hal ini akan sangat berdampak pada terbukanya lapangan pekerjaan. Adapun investor yang tertarik menanamkan investasinya di Garut terdiri dari berbagai sektor mulai dari garmen, sepatu, dan jasa. 

"Sudah cukup banyak perusahaan baik di sektor garmen, sepatu, dan jasa yang sudah menjhalin kerja sama dengan Pemkab Garut. Ini akan sangat berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja lokal sehingga angka pengangguran di Garut dipastikan akan terus berkurang," katanya.

Terkendala keterampilan

Disampaikannya, untuk saat ini jumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Garut sudah mencapai 700 lebih. Dari jumlah perusahaan sebanyak itu, yang sudah berskala besar sebanyak 130, sedang 297, dan kecil 284. 

Yanti menegaskan, dalam menentukan tenaga kerja, pihaknya mengacu pada Permenaker nomor 39 tahun 2016 tentang Tata Cara Penempatan Tenaga Kerja. Kebutuhan tenaga kerja di Garut sendiri selama ini tergolong cukup tinggi akan tetapi sering terkendala keterampilan yang dimiliki pencari kerja.

"Para pelamar tetap harus memiliki keterampilan karena pihak perusahaan tetap akan melakukan seleksi dalam penerimaan pegawai meskipun sudah terjalin kerja sama dengan Pemkab Garut," ucap Yanti kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy. 

Selain mengandalkan perusahaan yang ada di Garut, Yanti juga mengungkapkan pihaknya membuka bursa kerja bagi perusahaan yang berada di luar Garut. Selama ini tak sedikit pula perusahaan yang berada di luar Garut yang meminta pencari kerja dari Garut untuk diseleksi di perusahaannya.***

Bagikan: