Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 30 ° C

Tangani Sampah Plastik, Pemkot Cirebon Bakal Buat Perda

Ani Nunung Aryani
WALI Kota Cirebon Nashrudin Azis (kanan) dibantu Kapolres Cirebon Kota Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy (kedua kanan) ikut melakukan bersih-bersih sampah dalam kegiatan Cirebon Coastal Cleanup Campaign atau Gerakan Aksi Bersih Pantai dari Sampah Plastik di pantai area Jalan Ambon, Pelabuhan Cirebon, Selasa, 3 September 2019. Ledakan sampah plastik memaksa Pemerintah Kota Cirebon segera membuat peraturan daerah yang khusus mengatur pembatasan penggunaan kantong plastik dan menangani soal sampah plastik.*/ANI NUNUNG ARYANI/PR
WALI Kota Cirebon Nashrudin Azis (kanan) dibantu Kapolres Cirebon Kota Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy (kedua kanan) ikut melakukan bersih-bersih sampah dalam kegiatan Cirebon Coastal Cleanup Campaign atau Gerakan Aksi Bersih Pantai dari Sampah Plastik di pantai area Jalan Ambon, Pelabuhan Cirebon, Selasa, 3 September 2019. Ledakan sampah plastik memaksa Pemerintah Kota Cirebon segera membuat peraturan daerah yang khusus mengatur pembatasan penggunaan kantong plastik dan menangani soal sampah plastik.*/ANI NUNUNG ARYANI/PR

CIREBON, (PR).- Pemerintah Kota Cirebon bakal segera membuat peraturan daerah yang khusus mengatur pembatasan penggunaan kantong plastik dan menangani soal sampah plastik. Dalam merancang Perda, Pemkot akan menjalin kerja sama dengan wilayah tetangga, agar perda bisa disinergikan dengan Perda sejenis di wilayah Cirebon, untuk saling menguatkan penegakan perda.

Rencana tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, seusai ikut melakukan bersih-bersih sampah dalam kegiatan Cirebon Coastal Cleanup Campaign atau Gerakan Aksi Bersih Pantai dari Sampah Plastik di pantai area Jalan Ambon, Pelabuhan Cirebon, Selasa, 3 September 2019. Aksi bersih pantai yang melibatkan berbagai kalangan tersebut, dilakukan untuk memperingati Hari Jadi 1 Tahun Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC).

Menurut Azis, payung hukum Perda menjadi solusi yang dipilih sebagai wujud keprihatinan atas semakin meledaknya sampah plastik yang terdampar di sepanjang pantai Kota Cirebon. “Ledakan sampah plastik harus menjadi keprihatinan kita bersama. Kota Cirebon yang hanya memiliki panjang pantai sekitar 7 km saja, sampah plastik yang terdampar di pantai luar biasa banyak,” ungkap Azis. 

Sebagai contoh, di kawasan pantai Jalan Ambon yang ada di dalam kawasan Pelabuhan yang panjangnya kurang dari 500 meter saja, dalam sekali aksi bersih-bersih, terkumpul hampir 1 ton sampah yang didominasi plastik. "Padahal di kawasan ini sering dilakukan aksi bersih-bersih," katanya.

Sehingga menurut Azis, membersihkan laut dari sampah, terutama plastik sudah bukan saatnya lagi hanya sekedar kerja bakti biasa.  “Tapi harus ada program yang tepat, dan tentu juga harus ada perda agar bisa mengikat semua pihak dan ada sanksi yang diberikan," tuturnya.

Karena itu, lanjut Azis, pihaknya akan secepatnya membuat perda mengenai pengaturan penggunaan kantong plastik. Tujuannya jelas, untuk mengurangi limbah plastik di Kota Cirebon. “Untuk sesuatu yang baik, masyarakat sudah harus dipaksa,” ungkap Azis.

Keprihatinan akan ledakan sampah plastik juga diungkapkan Agung Kuswandono, Plt Sekretaris Menko Kemaritiman. Menurut Agung, Indonesia menjadi negara kedua penghasil sampah plastik terbesar di dunia. “Padahal kita ini terdiri lebih dari 17.500 pulau yang disatukan oleh lautan,” ungkap Agung.

Lebih dari 70 persen teritorial Indonesia merupakan lautan. Karena itu, gerakan bersih-bersih pantai dari sampah plastik ini digelar. “Ini juga merupakan upaya untuk mendukung Peraturan Presiden No 83 tahun 2018 mengenai penanganan laut,” ungkap Agung.

Agung berharap, pemerintah daerah melanjutkan kegiatan bersih-bersih pantai secara serius. Karena saat ini, 60 persen ikan di laut sudah memakan mikro plastik, sedangkan di Indonesia berdasarkan penelitian ada sekitar 26 persen ikan yang memakan mikro plastik. 

“Ini tentu sangat berbahaya.  Jika seorang ibu makan ikan yang tercemar plastik, anak yang dilahirkan akan bermasalah, baik dari segi kecerdasan maupun fisik,” ungkap Agung. 

Karena itu, Agung mengajak seluruh rakyat Indonesia peduli dan melihat laut serta pantai sebagai aset bangsa yang luar biasa.

Tugas semua bangsa

Sementara itu, Dubes Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang Beom, menegaskan, tugas menjaga laut dan pantai tidak bisa hanya dilakukan oleh satu bangsa saja. 

"Namun harus melibatkan banyak pihak antarnegara,” ungkapnya.

Karena itu, Kim mengajak sejumlah orang-orang Korea selatan yang ada di Indonesia untuk melakukan aksi bersih-bersih sampah di pantai Cirebon.

Kegiatan kali ini, lanjut Kim, juga merupakan bagian dari promosi wisata bertajuk TeKo (Teman Korea) Nan Jawa, yang mereka gelar. 

Mereka berkeliling Pulau Jawa, dimulai dari Jakarta, Cirebon, Brebes, Solo hingga Surabaya untuk mempromosikan pariwisata dan budaya yang ada di Korea Selatan.***

Bagikan: