Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Umumnya cerah, 22.2 ° C

Pemuda yang Menantang Duel Anggota TNI Terancam 10 Tahun Penjara

Tim Pikiran Rakyat
PEMUDA yang suka mabuk-mabukan meringkuk di sel tahanan Mapolsek Karangpawitan.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
PEMUDA yang suka mabuk-mabukan meringkuk di sel tahanan Mapolsek Karangpawitan.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

GARUT, (PR).- Polisi memastikan akan menggunakan Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 untuk menjerat pelaku yang menantang duel kepada seorang anggota TNI yang bertugas di Koramil Karangpawitan, Senin 2 September 2019 malam. Pelaku saat ini masih diamankan di Mapolsek Karangpawitan guna menejalani proses pemeriksaan.

"Pelaku melanggar Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," ujar Kapolsek Karagpawitan, Kompol Oon Suhendar, Rabu 4 September 2019.

Menurut Oon, penerapan Undang-undang Darurat dalam kasus pengancaman yang dilakukan pelaku berinisal CY (25) ini dikarenakan saat itu pelaku membawa senjata tajam tanpa izin. Apalagi senjata tajam tersebut olehnya digunakan untuk mengancam seseorang.

Pihaknya, tutur Oon, saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang merupakan warga Kampung Nagrog, Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan. Pelaku statusnya sudah memiliki isteri yang baru dua tahun dinikahinya.

Tak terima ditegur

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang pemuda berinisial CY (25), Selasa (3/9/2019) diamankan petugas bersama tokoh masyarakat ke Mapolsek Karangpawitan. Hal ini menyusul ulah CY yang sebelumnya telah mengancam dan menantang seorang anggota TNI yang bertugas di wilayah teritorial Koramil Karangpawitan. 

CY datang ke markas Koramil Karangpawitan sambil membawa golok pada Senin (2/9/2019) malam. Ia berteriak-teriak mengancam dan menantang Serda Dida, salah seorang Babinsa di Kecamatan Karangpawitan.

Menurut Oon, hal itu dilakukan CY karena dirinya merasa tak menerima dengan apa yang telah dilakukan Serda Dida yang telah melaporkan dirinya ke orang tuanya karena dirinya ketahuan tengah mabuk. Akibatnya, pelaku ditegur oleh ayahnya dan pelaku tak menerima sehingga sempat terjadi keributan dengan ayahnya.

"Pelaku merasa tak enak karena dirinya telah ditegur ayahnya setelah ketahuan mabuk oleh Serda Dida, seorang anggota TNI yang juga merupakan Babinsa. Iapun nekat mendatangi markas Koramil sambil membawa sebilah golok dan mengancam serta menantang duel Serda Dida," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.

Sebelumnya, tutur Oon, Serda Dida juga sempat menegur pelaku yang saat itu ketahuan sedang dalam kondisi mabuk. Peristiwa itu terjadi saat Serda Dida sedang membeli bubur ketika tengah bertugas piket di markas Koramil Karangpawitan pada Senin malam.       

Serda Dida, kata Oon, setelah menegur memanggil orangtua pelaku yang rumahnya berada di belakang Koramil, dan meminta untuk membawa pelaku agar tidak berkeliaran.

Menurut Oon, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, selama ini pelaku CY memang seringkali mabuk-mabukan dan berbuat hal yang meresahkan warga. Pihakya pun juga melakukan pengembangan penyelidikan terkait barang yang dikonsumsi pelaku sehingga mabuk.***  
 

Bagikan: