Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

Mewujudkan Jabar Digital Province Melalui Pendekatan Pentahelix

Ella Yuniaperdani
PEMBUKAAN Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruro (Konreg PDRB), di Luxton Hotel Cirebon, Rabu 4 September 2019.*/DOK. Disinfokom Jabar
PEMBUKAAN Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruro (Konreg PDRB), di Luxton Hotel Cirebon, Rabu 4 September 2019.*/DOK. Disinfokom Jabar

CIREBON, (PR).- Kawasan regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabalnusra) memiliki posisi strategis dalam menopang prioritas pembangunan nasional.

Menurut Asisten Administrasi Setda Provinsi Jabar Dudi  Sudrajat, kawasan tersebut menopang 61,54% ekonomi nasional. “Oleh karenanya pertumbuhan ekonomi wilayah harus dapat saling bersinergi untuk memperkokoh pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas dan berkelanjutan," kata Dudi pada pembukaan Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruro (Konreg PDRB), di Luxton Hotel Cirebon 4 September 2019.

Jawa Barat, kata Dudi, melakukan manajemen strategis organisasi yang dituangkan dalam konsep  Jabar Digital Province, yakni dengan memberikan  pelayanan yang simpler, cheaper, accessible, dan faster.

"Jabar juga melakukan pendekatan pentahelix, dimana akademisi, bussiness, community, government, dan media (ABCGM)  menjadi bagian penting dalam perjalanan pemerintah provinsi Jabar 5 tahun ke depan," lanjut Dudi seperti ditulis dalam release dari Disinfokom Jabar yang ditermira redaksi Rabu 4 September 2019.

Namun di sisi lain Jawa Barat masih terkendala oleh masih adanya ketimpangan distribusi pendapatan, disparitas kemiskinan perkotaan, dan perdesaan masih cukup tinggi (6.47% dan 10.25%).

Sementara itu Kadiskominfo Jabar Setiaji mengatakan, dengan jumlah desa 5.312, Pemprov Jabar menerapkan konsep kerja sama dan kolaborasi dengan teori pentahelix. “Memunculkan program-program Patriot Desa dan Bumdesa, One Village One Company, Desa Digital, dan Mobil Siaga Desa, serta Dana Desa. Semuanya untuk mewujudkan desa yang sejahtera dan bermartabat. Modal awal kita fasilitasi internet di 600-an desa," katanya.

Konreg PDRB Jabalnusra berlangsung hingga 5 September dan diikuti oleh 210 peserta dari unsur Bappeda, BPS, Diskominfo dalam rangka mendukung percepatan pembangunan regional dan kawasan.

Melalui konreg ini diharapkan mampu mendorong program-program unggulan kepala daerah menjadi kekuatan perekonomian, memetakan keunggulan sektor ekonomi di tingkat kawasan dan melakukan akselerasi pembangunan dengan inovasi, dan kreativitas.***

 

Bagikan: