Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 21 ° C

Kecelakaan di Jalan Tol Mayoritas karena Faktor Kelalaian Manusia

Hilmi Abdul Halim
KECELAKAAN beruntun terjadi di km 91 Tol Cipularang, Senin 2 September 2019.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
KECELAKAAN beruntun terjadi di km 91 Tol Cipularang, Senin 2 September 2019.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno menilai kecelakaan di ruas jalan tol di Indonesia lebih banyak disebabkan oleh faktor kelalaian manusia (human error). Sama halnya dalam tabrakan beruntun yang melibatkan 20 kendaraan di Tol Cipularang Senin lalu.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata Semarang itu menilai jarak antara kendaraan yang melaju terlalu berdekatan. Terlebih, kendaraan juga melaju di atas kecepatan maksimum sesuai aturan yang berlaku.

"Batas kecepatan paling rendah 60 kilometer per jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 kilometer per jam untuk jalan bebas hambatan termasuk jalan tol," kata Djoko.

Aturan itu tertuang dalam Pasal 3 ayat 4 Peraturan Menteri Perhubungan 111/2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan. Dalam kecepatan minimum yakni 60 kilometer per jam, Djoko menyarankan kendaraan berada paling tidak 40 meter jauhnya dari kendaraan lain di depannya. Sementara pada kecepatan maksimum 100 meter per jam, jarak minimalnya adalah 80 meter dan jarak amannya 100 meter.

"Korea Selatan dalam kurun waktu 20 tahun dapat menurunkan angka kecelakaan lalu lintas hingga 60 persen. Caranya tidak jauh beda dengan di Indonesia, bisa jadi yang membedakan adalah semangat untuk mematuhi aturan berlalu lintas demi keselamatan," tutur Djoko.***

Bagikan: