Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 28.5 ° C

Petani Gigit Jari, Belum Panen, Padi Sudah Dirusak Monyet

Tim Pikiran Rakyat
KAWASAN hutan di sekitar Dusun Gorowong yang sering dijarah kawanan monyet.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
KAWASAN hutan di sekitar Dusun Gorowong yang sering dijarah kawanan monyet.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Peribahasa itu sepertinya sangat cocok dengan nasib yang dialami para petani di Dusun Cileuweung dan Pabuaran Desa Sukawening Kecamatan Ganeas. 

Betapa tidak begitu, di saat lahan pertaniannya sedang mengalami kekeringan akibat musim kemarau, tanaman padi yang tersisanya pun malah habis dirusak kawanan monyet.

Akibatnya, pada musim panen kali ini, para petani pun harus gigit jari, karena sebagian tanaman padinya malah keburu rusak "dihumut" (batang padinya dicabut untuk diambil airnya) oleh kawanan monyet sebelum dipanen.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Sukawening, Karman, di kantor desanya, Selasa 3 September 2019. Menurut Karman, persoalan hama monyet ke lahan pertanian warga ini, memang sudah menjadi masalah yang serius, karena sering merugikan masyarakat.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pengaduan dari warga terkait kerusakan-kerusakan tanaman milik masyarakat akibat serangan monyet yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.

"Kemarin saja warga terpaksa harus memanen cepat tanaman padinya. Sebab jika tidak, pasti tanaman padi itu akan keburu habis dirusak monyet," katanya.

Keresahan warga soal serangan monyet ini, lanjut Karman, tentu bukan hanya terjadi di Dusun Cileuweung dan Pabuaran saja, sebab belakangan ini kawanan kera itu pun kerap dilaporkan sering menyerang perkebunan pisang dan buah-buahan lainnya di Dusun Gorowong.

"Malah menurut laporan masyarakat Gorowong, monyet-monyet itu jumlahnya sangat banyak. Kawanan monyet itu sering terlihat merusak pohon pisang dan diisap airnya. Parahnya lagi, monyet-monyet itu sering turun juga ke pemukiman dan membuat warga ketakutan," ujarnya.

Sesuai hasil pentauan dia di lapangan, saat ini kawanan monyet yang jumlahnya mencapai ribuan tersebut diperkirakan sudah berhasil menguasai hampir semua hutan di kawasan kaki Gunung Rengganis, termasuk hutan di wilayah desanya, seperti  Hutan Blok Cioray, Cigula, Pajaten dan Pasir Bago.

"Tiap saya berburu ke hutan, pasti saya melihat kera. Jadi kemungkinan, 
semua hutan juga sekarang sudah dikuasai oleh kawanan monyet itu. Dan kabarnya, monyet-monyet itu sudah mulai menyerang ke wilayah perbatasan, seperti Desa Cikoneng, Tanjunghurip, dan Dayeuhluhur," ujarnya. 

Kepala Desa Cikoneng, Nono, belum lama ini sempat menceritakan juga soal informasi maraknya serangan monyet ke daerahnya.
"Memang betul, warga kami juga banyak yang mengeluh soal serangan monyet tersebut. Terutama warga yang lokasi pemukimannya dekat dengan area hutan," katanya.

Persoalan ini, kata Nono, telah dikoordinasikan dengan para kepala desa yang daerahnya mengalami serangan monyet. "Sudah kita koordinasikan dengan desa-desa lain, rencananya kita akan mengajukan batuan ke intansi terkait," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.***
 

Bagikan: