Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 29.9 ° C

Jeje-Adang Masih Cari Nama Untuk RSUD Pangandaran

Tim Pikiran Rakyat
WAKIL Bupati Pangandaran H Adang Hadari bersama sejumlah pejabat Pemda tengah meninjau kesiapan rumah sakit Pangandaran, Selasa, 3 September 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
WAKIL Bupati Pangandaran H Adang Hadari bersama sejumlah pejabat Pemda tengah meninjau kesiapan rumah sakit Pangandaran, Selasa, 3 September 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Wakil Bupati Pangandaran H Adang Hadari beserta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pangandaran meninjau kesiapan pembangunan rumah sakit umum daerah yang rencananya mulai beroperasi pada awal tahun 2020 besok. 

Menurut Adang, peninjauannya ke lokasi pembangunan rumah sakit merupakan instruksi dari Bupati (H Jeje Wiradinata) untuk mennetukan bagaimana bentuk pintu gerbang dan pagarnya yang akan di bangun. 

"Sekarang ini ada tiga alternatif untuk bentuk pintu gerbang rumah sakit, karena ada pintu masuk dan ada pintu keluar yang akan di bangun, termasuk bagaimana sarana untuk tempat parkirnya," ungkap Adang di lokasi, Selasa, 3 September 2019.

Menurut Adang untuk bentuk gerbang akan disesuaikan dengan bentuk bangunan rumah sakit, sedangkan untuk namanya masih dipikirkan. 

"Kata pak Bupati untuk nama rumah sakit Pangandaran mau minta pendapat ke pak Gubernur atau nanti bisa kita sayembarakan, untuk rumah sakit Pangandaran apa gitu namanya, biar semua masyarakat menerima," kata Adang.

Sudah dibelanjakan

Dari hasil peninjauan ke lokasi pembangunan rumah sakit, kata Adang, progres pembangunannya hampir tercapai, apalagi untuk kelengkapan alat kesehatan yang tahap pertama senilai Rp 55 miliar sudah dibelanjakan.

"Penyempurnaan untuk alat kesehatan nya ya nanti sambil berjalan," ucapnya. 

Soal tenaga medis yang akan mengisi rumah sakit, Adang mengira, Pangandaran tidak akan mengalami kekurangan. 

"Untuk tenaga medis ya masih ada nego-nego lah, agar kita bisa mendapatkan tenaga dokter yang memang dibutuhkan seduai keahlian yang khusus biar rumah sakit Pangandaran menjadi rumah sakit yang hebat," ujarnya. 

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kab Pangandaran drg H Yani Achmad Marzuki menambahkan, untuk pengoperasian RSUD Pangandaran dibutuhkan tenaga sebanyak 420 orang karyawan. Jumlah tersebut kata Yani mulai dari officeboy dan sekuriti, perawat, bidan hingga tenaga dokter.

"Untuk tenaga perawat, bidan dan dokter kita ambil yang ada di Kab Pangandaran, sedangkan untuk tenaga dojter lainnya kita kerjasamakan dengan pihak Universitas Padjadjaran Bandung," ujar Yani kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi.***

Bagikan: