Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Diduga Depresi,  Pelajar SMA  Nekat Terjun ke Sungai

Windiyati Retno Sumardiyani
ILUSTRASI bunuh diri.*/ DOK PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI bunuh diri.*/ DOK PIKIRAN RAKYAT

BOGOR,(PR).- Kabar percobaan diri seorang siswi SMA dengan cara melompat dari Jembatan Merah, Jalan Veteran, Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mendadak viral, Selasa, 3 September 2019. Video aksi penyelamatan warga dan polisi dengan menggotong siswa SMA berseragam pramuka dengan cepat menyebar di media sosial.

Siswi  tersebut diketahui bernama LM (15),  pelajar SMA di Kota Bogor yang diduga depresi sehingga nekat mencoba mengakhiri hidupnya. Kepala Kepolisian Sektor Bogor Tengah Kompol Syaifuddin Gayo menyatakan, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 06.45 WIB.  Menurut keterangan keluarga, korban diduga mengalami depresi karena ayahnya meninggal dunia beberapa waktu lalu.

“Saksi melihat korban melompat dari atas Jembatan Merah dan jatuh ke dalam Sungai Cipakancilan. Sempat hanyut dan tersangkut, dan langsung diselamatkan,” ujar Gayo kepada Pikiran Rakyat, Selasa, 3 September 2019. 

Menurut Gayo, setelah dievakuasi, korban langsung di bawa ke RSUD Kota Bogor. Korban diketahui tinggal bersama keluarga tantenya di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Sementara orang tuanya tinggal di Pematang Siantar.

Sementara itu, salah seorang saksi, Agus Gunawan. mengatakan, ia sempat melihat LM duduk di pinggir jembatan sambil mengayunkan kaki ke arah sungai. Tidak lama kemudian, LM tanpa diduga melompat dari atas jembatan setinggi 10 meter tersebut.

“Sempat kena kabel dulu dua kali, akhirnya jatuh ke bawah. Warga langsung nolong dia,” kata Agus.

Perawatan intensif

Dijumpai terpisah, Kepala Subbagian Humas RSUD Kota Bogor Taufik  Rahmat mengatakan, setiba di rumah sakit, korban langsung mendapatkan perawatan intensif. Taufik memastikan, LM tidak mengalami cedera parah. Meskipun demikian, LM perlu mendapatkan perawatan intensif.

“Sekujur tubuh tidak ada bekas luka, pengecekan darah juga semua bersih, tetapi indikasi dirawat sampai kondisi pasien benar-benar stabil,” kata Taufik.

Mengenai kondisi psikis korban, Taufik menyebut korban belum bisa diajak berkomunikasi secara intensif.  Sehingga dokter rumah sakit juga belum menggali informasi dari korban.

“Mungkin masih shock, enggak bisa ditanya banyak-banyak. Tetapi tadi sudah ada pihak keluarga yang datang, korban sempat menangis mungkin terharu,” ujar Taufik.***

Bagikan: