Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 30 ° C

Warga Cipicung Lestarikan Tradisi Babarit

Tim Pikiran Rakyat
MASYARAKAT memberikan syukur nikmat kepada Alloh SWT yang dilaksanakan pada Babarit sebagai budaya leluhur yang masih terus dilestarikan setiap 1 Muharram.*/MUSLIH JERRY/KABAR PRIANGAN
MASYARAKAT memberikan syukur nikmat kepada Alloh SWT yang dilaksanakan pada Babarit sebagai budaya leluhur yang masih terus dilestarikan setiap 1 Muharram.*/MUSLIH JERRY/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN, (PR).- Setiap memasuki bulan Muharram tepatnya 1 Muharram masyarakat di Dusun Cipicung Desa Karangsari Kecamatan Padaherang rutin melaksanakan budaya Babarit sebagai rasa syukur. Sekitar ratusan warga membawa tumpeng dengan menggelarnya di lokasi Jalan Cipicung mulai pukul 17.00 Wib sambil memanjatkan doa bersama, Senin, 2 September 2019.

Kepala Dusun Cipicung Darmin (37) mengatakan, dengan digelarnya Babarit ini, pihaknya berharap masyarakat menjadi maju dan sejahtera serta terhindar dari berbagai musibah. Acara ini juga menandakan bahwa warga Dusun Cipicung adalah warga yang pandai bersyukur atas karunia Allah SWT.

Pihaknya berkomitmen agar tradisi kebudayaan Babarit harus terus dilestarikan. Karena merupakan salah satu aset budaya yang memiliki nilai-nilai luhur adat istiadat masyarakat yang cukup tinggi, serta merupakan penghargaan para leluhur setempat.

"Alhamdulilah,warga di sini selalu kompak dan babarit ini sudah dilaksanakan sejak dulu," ungkapnya kepada wartawan Kabar Priangan, Muslih Jerry.

Menurutnya, seperti kata pepatah, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Sehingga dapat dikatakan acara Babarit merupakan implementasinya. Semoga adanya acara ini mampu menjaga kondusivitas, ketentraman, kedamaian dan terus berupaya melestarikan budaya serta adat istiadat lokal sebagai filter dari budaya-budaya asing.

"Pada intinya kita mensyukuri nikmat atas segalanya, begitu juga sebagai bentuk melestarikan budaya leluhur setiap 1 Muharram," tuturnya.

Sementara itu seorang warga Taufik (40) menambahkan, selain Babarit yang dilaksanakan setiap tahun baru Islam sekarang ini, ada juga pergelaran pengajian dinamakan Muharraman dengan menghadirkan mubaligh.

"Acaranya dari mulai Babarit sampai acara puncak tabligh akbar sudah menjadi agenda rutin," tambahnya.***
 

Bagikan: