Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

Tukang Servis HP Jadi Korban Pengeroyokan di Rumah Perempuan Bersuami

Nurhandoko
KAPOLRES Ciamis Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bismo Teguh Prakoso menunjukkan botol bekas minuman keras, yang digunakan pengeroyok untuk memukul tengkuk korban Andi Kuswandi, tukang servis telefon genggam yang dituding berselingkuh, hingga meninggal, Senin 2 September 2019.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
KAPOLRES Ciamis Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bismo Teguh Prakoso menunjukkan botol bekas minuman keras, yang digunakan pengeroyok untuk memukul tengkuk korban Andi Kuswandi, tukang servis telefon genggam yang dituding berselingkuh, hingga meninggal, Senin 2 September 2019.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Andi Kuswandi, tukang servis telefon genggam (HP), warga Budiasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis korban pengeroyokan, meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Tasikmalaya. Korban dituding selingkuh dengan  Neneng, perempuan yang masih bersuami.

“Setelah dua hari  mendapat perawatan, di puskesmas dan rumah sakit, korban meninggal dunia. Pelaku melakukan pengeroyokan dengan alasan korban selingkuh dengan Neneng, pada saat itu suaminya tengah tidak ada di rumah. Korban meninggal hari Kamis 28 Agustus 2019,” tutur Kapolres Ciamis Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bismo Teguh Prakoso, Senin 2 September 2019 di Mapolres Ciamis.

Enam pelaku yang diamankan tersebut bernisial DR, JP, BH, FS , So dan DM. Mereka masih satu rukun warga (RW) dengan korban di Desa Budiasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Hasil pemeriksaan, BH dan FS diduga kuat  sebagai pelaku utama, yang memukul bagian tengkuk korban dengan botol minuman keras.

Bermula ketika Neneng bersama dengan korban Andi, bersama menonton pertunjukan musik dangdut. Saat ngobrol, Neneng minta bantuan agar HP-nya diperbaiki. Setelah beberapa saat keduanya meninggalkan lokasi. Ternyata hal itu mendapat perhatian dari pelaku yang sebelumnya sudah menaruh curiga. Mereka kemudian membuntuti kedua orang yang langsung menuju rumah Neneng tidak jauh dari tempat tersebut.

Pakaian lengkap

Pelaku menggedor pintu yang kemudian dibuka oleh Neneng. Pelaku kemudian masuk ke dalam rumah mencari Andi. Saat itu Andi berada di kamar belakang dengan pakaian lengkap. Tanpa ampun korban dipukuli beramai-ramai.

“Korban berupaya menyelamatkan diri ke ruang tengah, akan tetapi kembali dihadang dan kembali dipukuli. Andi masih sempat berlari ke ruang depan, bahkan tersungkur hingga telungkup. Saat itu pelaku memukul tengkuk korban dengan botol minuman hingga pecah,” jelas Bismo.

Korban yang sudah tidak berdaya, oleh perangkat desa setempat yang datang ke lokasi kejadian kemudian membawa Andi ke Puskesmas Sindangkasih. Akan tetapi karena lukanya yang parah, selanjutnya dirujuk ke RSUD Soekardjo Tasikmalaya. Korban hanya bertahan dua hari sebelum meninggal.

“Mestinya kejadian seperti itu dikoordinasikan dengan tokoh masyarakat, polsek untuk ditindaklanjuti. Pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat (1) ke 3e KUHP dengan ancaman 12 tahun. Juncto 351 ayat (1) ke 2 dengan canaman 7 tahun,” kata Bismo.

Sementara itu kasat Reskrim Polres Ciamis Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rizki Akbar mengatakan pada saat terjadi pengeroyokan tiga dari enam pelaku dalam kondisi mabok, bahkan mereka masih membawa botol minuman keras. Tiga tersangka juga sempat melarikan diri ke Bogor. 

“Tiga ditangkap di rumah, tiga lainnya di Bogor. Ketika berada di ruang depan, korban yang sudah telungkup, tengkuknya langsung dipukul dengan botol minuman keras yang belum dibuka, hingga pecah. Hasil autopsi ditemukan perdarahan dibawah tengkorak, akibat pukulan,” tutur Rizki.***

Bagikan: