Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Umumnya cerah, 22.6 ° C

Sentra Pertanian Rawan Pencurian Mesin Traktor

Dodo Rihanto
KOMPLOTAN pencuri traktor beroperasi di sentra pertanian.*/DODO RIHANTO/PR
KOMPLOTAN pencuri traktor beroperasi di sentra pertanian.*/DODO RIHANTO/PR

KARAWANG, (PR).- Empat pencuri spesialis mesin traktor yang sudah beraksi sejak 2015, berhasil dibekuk jajaran Satuan Reserse Krimanal Kepolisian Resor Karawang. Dua di antaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan petugas saat hendak ditangkap.

"Ada dua komplotan pencuri spesialis mesin traktor. Masing-masing kelompok beranggotakan lima orang. Mereka mencuri mesin traktor pada malam hari, saat ditinggalkan pemiliknya di area persawahan," kata Kasat Reskrim Polres Karawang, Ajun Komisaris Bimantoro Kurniawan, Senin 2 September 2019.

Polisi, lanjut dia, baru menangkap empat orang pelaku yang merupakan pentolan kelompok tersebut. Mereka adalah, S (35) warga Cirejag, Kecamatan Jatisari, SY (36) warga Desa Karangsari, Kecamatan Purwasari, SE (28) warga Desa Kondangjaya,  Kecamatan Karawang Timur, dan NR (23), warga Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur.

Dijelaskan Bimantoro, dua kelompok itu sering bertukar personel, tetapi sasarannya sama yaitu mesin traktor yang ditinggalkan pemiliknya. Mereka sudah menjarah puluhan mesin traktor di wilayah Kabupaten  Karawang dan Subang.

"Traktor yang dicuri tidak utuh satu unit. Mereka membongkar bagian mesinnya saja, sedangkan roda dan rangka traktor tidak dibawa," kata Bimantoro.

Biasanya, lanjut dia, mesin diangkut ke mobil untuk dijual kepada penadah. Satu unit mesin hanya dijual pada kisaran harga Rp 3 juta. 

Kelompok tersebut beroperasi di wilayah sentra pertanian, seperti di Kecamatan Cilamaya, Telagasari dan Tempuran. "Butuh waktu yang tak sebentar untuk mengungkap kasus pencurian traktor ini. Sebab, mereka kerap berpencar ketika beraksi. Mereka juga termasuk kelompok yang licin dan sulit dideteksi," kata Bimantoro.

Dijelaskan juga, selain menangkap empat pelaku, polisi juga membekuk lima penadah yang menampung mesin traktor curian tersebut. "Penadah tercatat berdomisili di Karawang. Namun mereka biasa menjual mesin traktor curian ke berbagai wilayah di Jawa Barat," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pelaku pencuri mesin traktor yang ditembak kakinya, Saep (37) mengaku terpaksa ikut bergabung dalam komplotan itu karena desakan ekonomi. Sebab, dia seorang pengangguran yang harus menghidupi tiga anak dan seorang istri. 

"Tadinya saya kerja di pabrik. Tapi karena kontrak habis saya menganggur. Saya sudah sering melamar tapi tak pernah diterima karena lewat umur," kata Saep.

Menurutnya, sebelum beraksi, dia biasanya mengintai lokasi traktor pada sore hari. Dia memantau sawah yang baru digarap petani. "Mesin traktor memang biasanya disimpan di sawah," katanya. 

Polisi menjerat keempat anggota komplotan dengan pasal 363 KUHP. Hukuman penjara selama 5 tahun menunggu mereka.***

Bagikan: