Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 29.9 ° C

Puluhan Ribu Kendaraan di Cirebon yang Menunggak Pajak Jadi Sasaran Razia

Ani Nunung Aryani
POLISI memeriksa kelengkapan pengendara motor saat melakukan razia.*/ANI NUNUNG ARYANI/PR
POLISI memeriksa kelengkapan pengendara motor saat melakukan razia.*/ANI NUNUNG ARYANI/PR

CIREBON, (PR).- Puluhan ribu kendaraan bermotor di wilayah Kota Cirebon menunggak pajak. Sejumlah upaya pun dilakukan Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kota Cirebon, untuk mengurangi jumlah kendaraan penunggak pajak.

Menurut Kasi Penerimaan dan Penagihan Kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Cirebon, Taufik, di antara upaya yang dilakukan bertujuan sebagai shock therapy kepada wajib pajak.

"Upaya yang bertujuan sebagai shock therapy yakni razia kendaraan bermotor yang kami lakukan secara terpadu dengan institusi lain, yakni kepolisian dan TNI serta institusi terkait lainnya," kata Taufik akhir pekan lalu.

Upaya razia dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali, dengan sasaran para penunggak pajak kendaraan bermotor. Di setiap titik razia, sudah disiapkan loket pembayaran sehingga wajib pajak yang langsung terjaring, bisa langsung membayar tunggakan saat itu juga.

Dikatakan Taufik, berdasarkan data yang ada, jumlah kendaraan bermotor di Kota Cirebon baik kendaraan roda dua maupun empat, sekitar 189 ribu kendaraan.

Tidak perlu terjadi

Dari jumlah sebanyak itu, sekitar 30 persennya atau sekitar 57 ribu, masih menunggak pajak. "Kami melakukan berbagai upaya untuk mengurangi jumlah penunggak pajak kendaraan yang masih cukup tinggi itu," jelasnya.

Taufik mengungkapkan, seharusnya dengan sejumlah inovasi pelayanan yang memberikan berbagai kemudahan kepada wajib pajak, tunggakan pajak tidak perlu terjadi.

Diakuinya, semua pelayanan dilakukan untuk menarik potensi pajak dari kendaraan bermotor, secara maksimal.

Sejumlah pelayanan yang memudahkan warga karena semakin mendekati warga diantaranya Samsat Gendong, Samsat Masuk Desa, maupun Samsat Keliling.

Selain itu, lanjutnya, ada outlet yang dibuka di pusat perbelanjaan Grage City Mall. "Bahkan di setiap even Car Free Day, kami juga hadir melayani," katanya.

Bahkan, lanjutnya, saat ini pelayanan juga dilakukan melalui dari pintu ke pintu. "Minimal ada 10 wajib pajak, melalui aparat RT kami juga bisa datang langsung ke rumah warga, dengan sarat ada sabungan listriknya," paparnya.

Secara online

Saat ini, katanya, inovasi pelayan terbaru yang sudah diluncurkan awal tahun 2019 yakni layanan Samsat J'bret atau Samsat Jawa Barat Ngabret.

"Layanan ini hasil kerja sama Pemprov Jabar melalui Badan Pendapatan Daerah Jabar dengan Polda Jabar, Jasa Raharja dan BJB," katanya.

Dengan layanan itu, wajib pajak bisa dengan mudah melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tahunan di Bank BJB, bisa dilakukan di minimarket seperti Alfamart, Alfamidi dan Indomart.

"Bahkan dengan inovasi itu, saat ini pembayaran pajak kendaraan bisa dilakukan secara online melalui aplikasi belanja online seperti bukalapak, tokopedia dan kaspro, Bank BJB dan payment point online bank atau PPOB," paparnya.

Taufik menjelaskan, untuk pembayaran melalui minimarket dan loket PPOB, wajib pajak harus mengakses terlebih dahulu aplikasi Sambara atau bisa juga melalui SMS untuk mendapatkan kode bayar.

"Aplikasi Sambara atau Samsat Mobile Jawa Barat sudah bisa diunduh di Google Play," katanya.

Terkait dengan pelayanan pemutihan berupa penghapusan denda dan juga pembebasan biaya balik nama kendaraan bermotor, yang sudah beberapa tahun ini, selalu dilakukan pada akhir tahun, Taufik mengungkapkan, sampai saat ini belum ada instruksi untuk melakukannya lagi.***

Bagikan: