Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

Kawasan Butom di Sumedang Cocok Dijadikan Industri Pergudangan

Adang Jukardi
SEJUMLAH pekerja memeriksa panel proyek jembatan di Jalur Pantura Jakarta-Cirebon, Subang, Jawa Barat, Rabu, 9 Januari 2019. Jembatan tersebut digunakan untuk akses jalan ke pelabuhan Patimban dan ditargetkan selesai pada Mei 2019.*/ANTARA FOTO
SEJUMLAH pekerja memeriksa panel proyek jembatan di Jalur Pantura Jakarta-Cirebon, Subang, Jawa Barat, Rabu, 9 Januari 2019. Jembatan tersebut digunakan untuk akses jalan ke pelabuhan Patimban dan ditargetkan selesai pada Mei 2019.*/ANTARA FOTO

SUMEDANG, (PR).- Kawasan Buahdua, Ujungjaya dan Tomo (Butom) cocok dibangun industri pergudangan barang-barang ekspor dan impor yang dikirim melalui Pelabuhan Patimban, Subang. Pembangunan  industri pergudangan itu, untuk memanfaatkan peluang bisnis dan investasi dari rencana pembangunan Pelabuhan Patimban oleh pemerintah.

“Karena barang-barangnya ekspor dan impor sehingga dibutuhkan gudang-gudang yang besar. Termasuk gudang besar untuk menyimpan barang-barang kargo dari (BIJB) Bandara Internasional Jawa Barat), Kertajati,“ kata Ketua Sumedang Investment Board (SIB), Nana Mulyana di Sumedang, Senin, 2 September 2019.

Menurut dia, ketika industri pergudangan dibangun kawasan Butom, Sumedang akan mendapatkan keuntungan dari kegiatan bisnis dan investasi dengan kehadiran Pelabuhan Patimban. Bahkan perputaran uang dari aktivitas keluar masuk barang di gudang serta perdagangan ekspor dan impor di Pelabuhan Patimban, semua akan berkutat di wilayah Jawa Barat. Tidak seperti sekarang ini.  Perputaran uang dari perdagangan ekspor dan impor barang-barang dari Jawa Barat, berputar di wilayah DKI Jakarta melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

“Apalagi hampir 70 persen barang-barang yang diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok,  berasal dari Jawa Barat. Karena pengiriman dan bongkar muat barangnya  di Pelabuhan Tanjung Priok, sehingga yang untung DKI Jakarta dan Tangerang,” tutur Nana.

Ia mengatakan, pengalaman dirinya saat membawa  barang impor ke Bandung melalui Pelabuhan Tanjung Priok, biayanya cukup tinggi. Apalagi bongkar muat barang di pelabuhan harus menunggu berhari-hari karena kapal lautnya antre. Tak jarang ketika Pelabuhan Tanjung Priok padat, dirinya memindahkan ke  pelabuhan di Semarang  bahkan Surabaya.

“Untuk membawa barang impor ke Bandung melalui pelabuhan rata-rata Rp 15 juta. Nah, kalau semua proses itu dilakukan di Pelabuhan Patimban dan penyimpanan logistiknya di kawasan Butom Sumedang, pendapatan dan perputaran uangnya akan berputar di wilayah Jawa Barat,” ujarnya.  

Lebih jauh Nana menjelaskan, untuk penyimpanan barang-barang ekspor dan impor di gudang-gudang besar di kawasan Butom, akan dilakukan secara digital. Keluar masuk barangnya  pun dihitung dan dicatat melalui digital. Mengingat aktivitas penyimpanan barangnya dilakukan secara digital sehingga kawasan pergudangan di Butom cocok disebut pusat distribusi barang.

“Pergudangan di kawasan  Butom itu, cocoknya disebut distribution center. Pembangunan industri pergudangan di Butom Sumedang dan pembangunan Pelabuhan Patimban Subang, tentunya dapat mendorong dan memudahkan para eksportir,” katanya.

Tak sebatas produk tekstil saja yang diekspor melalui  Pelabuhan Patimban, kata dia, termasuk berbagai produk hasil pertanian dan perkebunan di Jawa Barat, khususnya dari Kab. Sumedang. Berbagai komoditas  pertanian dan perkebunan unggulan dari Sumedang, bisa dikemas dan dipak hingga diekspor ke berbagai negara melalui pelabuhan tersebut. Seperti halnya, ekspor sawo citali dari Kecamatan Situraja, ubi cilembu dari Kecamatan Pamulihan, mangga gedong gincu dari Kecamatan Ujungjaya dan Tomo serta tembakau mole dan hitam dari Tanjungsari dan Sukasari.

“Setelah berbagai produk pertanian dan perkebunannya dikemas dan dipak dengan bagus, selanjutnya disimpan di gudang kawasan Butom lalu diekspor melalui Pelabuhan Patimban. Ini peluang bisnis  dan investasi yang sangat menguntungkan. Jika ini terwujud, pembangunan dan perekonomian di Kab. Sumedang yakin akan maju dan berkembang,” ucap Nana.***

Bagikan: