Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 30 ° C

Baru Dua Tahun Dibangun, Sejumlah Fasilitas di Situ Leutik Sudah Rusak

Nurhandoko
SALAH satu titik jogging track di sisi Situ Leutik, Desa Cibeureum, Kecamatan/Kota Banjar, yang rusak. Situ tersebut  tidak hanya untuk mengiri persawahan, akan tetapi juga menjadi wisata andalan kota paling ujung timur Provinsi Bawa Barat itu.*/NURHANDOKO/PR
SALAH satu titik jogging track di sisi Situ Leutik, Desa Cibeureum, Kecamatan/Kota Banjar, yang rusak. Situ tersebut tidak hanya untuk mengiri persawahan, akan tetapi juga menjadi wisata andalan kota paling ujung timur Provinsi Bawa Barat itu.*/NURHANDOKO/PR

BANJAR,(PR).- Kondisi Situ Leutik sebagai kawasan pariwisata di Desa Cibeureum, Kecamatan/Kota Banjar, sangat memprihatinkan. Beberapa bagian di kawasan tersebut kini sudah rusak. 

Pantauan Pikiran Rakyat di lokasi, Minggu, 1 September 2019, akses jalan menuju objek wisata yang berada di pinggir kota tersebut cukup bagus. Hanya saja, fasilitas untuk permainan, misalnya, hanya menyisakan bangunan kayu yang rusak.

Lintasan atau trek untuk berjalan kaki juga mengalami kerusakan di beberapa bagian. Banyak lantai batu yang pecah hingga lepas. Setidaknya terasa ketika diinjak , bagian tersebut seolah melesak ke bawah disertai bunyi krek.

Sementara itu, sebagian besar lampu penerangan juga hancur. Banyak tiang lampu yang hanya menyisakan tempatnya saja, sedangkan wadah lampu sudah tidak ada dan pecah. Lampu-lampu yang menggunakan tenaga matahari juga banyak yang rusak.

“Konsisinya sangat memprihatinkan. Padahal belum lama dibangun, akan tetapi sepertinya tidak dirawat ya. Banyak batu andesit yang pecah dan lepas dibiarkan begitu saja, lampu  dibiarkan rusak , tidak ada perbaikan,” ucap Dani, salah seorang warga Ciamis yang kebetulan mampir ke Situ Leutik.

Musim kemarau

Saat kemarau seperti sekarang ini, permukaan air situ turun tajam. Sehingga, tidak lagi bisa mengalirkan air untuk mengairi persawahan.

Seperti diketahui, penataan kawasan Situ Leutik memang multi fungsi. Selain menampung air, keberadaan kawasan ini juga sekaligus untuk mengairi persawahan sekitar Desa Cibeureum dan Jajawar, merangkap tempat wisata.    

Beberapa orang tampak asyik memancing ikan yang memang banyak ditemukan di tempat tersebut. Beberapa sepeda motor diparkir tidak jauh dari si pemancing. Saat kemarau, lingkungan Situleutik terasa gersang.

SALAH satu titik trek joging di sisi Situ Leutik, di Desa Cibeureum, Kecamatan/Kota Banjar, yang rusak. Situ tersebut  tidak hanya untuk mengiri persawahan, akan tetapi juga menjadi wisata andalan kota paling ujung timur Provinsi Bawa Barat itu.*/NURHANDOKO/PR

Dani mengatakan, tertarik datang ke tempat tersebut setelah mendapatkan informasi keberadaan Situ Letuik yang menjadi andalan parisiwata di Kota Banjar, setelah dilakukan penataan. “Kalau tidak salah jogging track berikut lainnya dibangun Tahun 2017, akan tetapi kondisinya sudah rusak,” tuturnya.

Apabila tidak segera diperbaiki, lanjut Dani, kondisinya bakal semakin parah. Selain itu penataannya dibuat lebih bagus lagi, sehngga dapat menggaet wisatawan. Membangun, tuturnya, lebih mudah dibandingkan dengan merawat.

“Jika rusak parah, perbaikannya juga bakal semakin mahal. Saya kira harus benar-benar dirawat, jangan hanya membangun. Apalagi ini menjadi andalan. Masyarakat juga harus punya kepedulian, tidak merusak bangunan yang sudah ada,” ujarnya.

Hal serupa dikemukakan warga lain yang sedang berkunjung ke Situ Leutik, Sugi. Dia mengungkapkan, perawatan fasilitas di tempat tersebut hanya berlangsung pascatuntasnya pembangunan fasilitas jogging track.

“Akan tetapi setelah sepertinya tidak ada perawatan. Beberapa kali digelar kegiatan di tempat ini, akan tetapi juga masih tetap sama saja kondisinya, tidak diperbaiki. Tentunya tidak sedikit anggaran untuk membangun dan menata Situ Leutik,” ujar Sugi.***

Bagikan: