Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 28.5 ° C

Pemindahan Ibu Kota Jawa Barat Dianggap Tidak Relevan

Tim Pikiran Rakyat
SEKRETARIS DPD PDIP Jawa Barat Ketut Sustiawan.*/ANTHIKA ASMARA/GALAMEDIA
SEKRETARIS DPD PDIP Jawa Barat Ketut Sustiawan.*/ANTHIKA ASMARA/GALAMEDIA

BANDUNG, (GM).- Pemindahan Ibu Kota Jawa Barat dari Bandung diklarifikasi oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, bahwa pemindahan adalah untuk pusat pemerintahan. 

Namun pemindahan pusat pemerintahan juga dianggap tidak relevan oleh politisi dari PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Barat. Kepadatan penduduk di kota Bandung yang sudah melebihan kapasitas tidak relevan menjadi alasan perpindahan pusat pemerintahan. 

"Pemerintah provinsi ini kan sifatnya koordinatif, jika alasan kantor dinas yang berjauhan tapi kan tetap masih di seputaran kota Bandung," kata Sekretaris DPD PDIP Provinsi Jawa Barat Ketut Sustiawan, saat ditemui di salah satu kafe di Jalan Pelajar Pejuang, kota Bandung, Sabtu 31 Agustus 2019 malam.

Menurut Ketut, baik pemindahan ibu kota maupun pusat pemerintahan provinsi Jawa Barat ini harus melalui kajian yang serius, kemudian pemilihan kota yang akan dijadikan pusat pemerintahan harus diperhitungkan. 

"Tidak mudah harus ada berbagai kajian yang panjang, saya belum mengetahui ada kajian terkait pemindahan pusat pemerintahaan ini," ucapnya kepada wartawan Galamedia, Anthika Asmara.

Koordinatif

Ketut menambahkan, karena provinsi ini sifatnya adalah koordinatif, maka tinggal perbaiki saja komunikasi dan koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. 

"Kalau masalah pusat pemerintahan, saat ini dari dinas ke dinas atau dinas ke Gedung Sate masih bisa ditempuh dengan waktu yang hitungan menit,"  ujarnya. 

Ketut menyarankan, kepada pemerintah dari pada memikirkan perpindahan ibu kota ataupun itu pusat pemerintahan, lebih baik fokus mengerjakan program yang benar-benar menyentuh masyarakat untuk kesejahteraan. 

"Saya harap rencana pemindahan ini sudah berhenti saja, yang penting kan program kesejahteraan masyarakat, yang saat ini menjadi isu paling diutamakan di Jawa Barat," tuturnya. 

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merencanakan pemindahan pusat pemerintahan dari kota Bandung, yaitu ada tiga daerah yang telah digaungkan oleh Emil panggilan Ridwan Kamil, sebagai calon lokasi pusat pemerintahan. Adapun tiga daerah itu Tegalluar (Kabupaten Bandung), Walini (Kabupaten Bandung Barat) dan Kertajati (Kabupaten Majalengka). 

Pemindahan pusat pemerintahan ini, Emil sampaikan, agar pelayanan publik di Jabar lebih efektif. Mengingat saat ini, kantor-kantor pemerintahan tak terkecuali Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebar hingga di Kota Cimahi.

"Supaya pelayan publik tidak menclok-menclok tidak efektif mengurangi pelayanan seperti sekarang. Karena ada dinas yang seperti di Cimahi ada dinas yang di pinggir kota," tutur Emil.***

Bagikan: