Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

Lagi, Ditemukan Satu Perempuan Tiga Lelaki di Kamar Hotel

Tim Pikiran Rakyat
PULUHAN pasangan mesum sedang diinterograsi petugas Satpol PP Sumedang.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
PULUHAN pasangan mesum sedang diinterograsi petugas Satpol PP Sumedang.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kabupaten Sumedang, berhasil menjaring sedikitnya 24 pasangan yang diduga melakukan mesum di sejumlah hotel, di wilayah Kota Sumedang, Sabtu 31 Agustus 2019 malam.

"Puluhan pasangan yang diduga melakukan mesum ini, berhasil kami amankan pada saat kami menggelar oprasi anti pekat jelang malam tahun baru 1441 Hijriah," kata Plt. Kepala Satpol PP, Linmas dan Damkar Kab. Sumedang, Deni Hanafiah, Minggu 1 September 2019.

Menurut Deni, sesuai hasil penyidikan Satpol PP, dari 24 pasangan yang berhasil diamankan dan diinterogasi tersebut, satu di antaranya ternyata ada yang merupakan WNA asal China.

Bahkan bukan itu saja, Satpol PP juga berhasil memgamankan 4 orang pelajar setingkat SMA, yang ditemukan dalam kondisi mabuk di sebuah kamar hotel.
Keempat pelajar yang terjaring razia dalam kamar hotel ini, terdiri dari tiga laki-laki dan seorang perempuan.

Puluhan pasangan ini, kata Deni, terpaksa diamankan karena pada saat penggerebekan mereka tidak bisa menunjukkan identitas sebagai pasangan suami istri yang sah.

Minuman keras

"Di antara 24 pasangan yang terjaring pada oprasi anti pekat kemarin, memang ada empat pelajar yang kami amankan, satu perempuan, dan tiga laki-laki. Mereka berempat kedapatan tengah meminum-minuman keras di dalam kamar hotel," ujarnya.

Setelah dijaring, lanjut Deni, ke empat pelajar itu langsung diberikan pembinaan di kantor Satpol PP. Malah saat itu juga, pihaknya langsung menghubungi orangtua mereka agar menjemput ke kantor Satpol PP.

"Saat diinterogasi, keempat pelajar ini mengaku tidak melakukan hubungan badan di hotel. Kami hanya memberikan pembinaan saja, setelah itu biar orang tuanya yang menjemput, untuk memberikan efek jera," katanya.

Sementara soal WNA asal China, Deni menjelaskan, WNA itu pun tentu mendapatkan perlakukan yang sama dari Satpol PP.

WNA yang diduga merupakan pasangan mesum ini, terpaksa diamankan karena tidak dapat menunjukkan identitas sebagai pasangan suami istri yang sah.
"Sama saja, WNA ini pun kami data, kami berikan pembinaan. Setelah itu mereka baru bisa kembali pulang apabila ada keluarga yang menjemputnya," tutur Deni kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.

Dijelaskan Deni, oprasi anti pekat yang dilakukan menjelang malam tahun baru 1441 Hijriah ini, dalam rangka mendukung Visi Sume

Bagikan: