Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 20 ° C

Tersangka Video Vina Garut Masih Menjadi Tahanan

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI video mesum.*/ANTARA
ILUSTRASI video mesum.*/ANTARA

GARUT, (PR).- Kepolisian Resor (Polres) Garut memutuskan untuk menolak pengajuan penangguhan penahanan kepada tersangka V dan W dalam kasus video "Vina Garut". Sebelumnya, permohonan penangguhan penahanan diajukan oleh pihak kuasa hukum tersangka V dan W dengan beberapa alasan.

Adanya penolakan terhadap pengajuan penangguhan penahanan tersangka video "Vina Garut" diungkapkan Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng. Menurutnya, keputusan tersebut berdasarkan pada sejumlah pertimbangan.

"Kita memang sudah memutuskan untuk menolak pengajuan penangguhan penahanan yang telah diajukan kuasa hukum tersangka kasus video "Vina Garut". Tentunya kita juga memutuskannya atas dasar pertimbangan dan alasan yang kuat," ujar Maradona, Kamis 29 Agustus 2019.

Sudah terpenuhinya dua alat bukti serta pasal yang disangkakan yang telah memenuhi unsur, menurut Maradona merupakan salah satu alasan kenapa pihaknya menolak pengajuan penangguhan penahanan tersebut. Selain itu, pihaknya khawatir kedua tersangka akan melarikan diri atau mengulangi perbuatan serupa. 

Maradona mengatakan, hingga saat ini tersangka V dan W masih menjadi tahanan Polres Garut. Pihaknya melihat untuk saat ini masih belum ada pertimbangan yang dapat mendukung permohonan yang diajukan penasehat hukum kedua tersangka.

Menunggu jawaban

Dimintai tanggapannya tentang hal tersebut, kuasa hukum tersangka V dan W, Budi Rahadian mengaku belum menerima jawaban resmi dari Polres terkait pengajuan yang telah dilakukannya. Bahkan saat ini pihaknya masih menunggu jawaban tersebut.

"Kami belum tahu apakah pengajuan kami itu benar-benar sudah ditolak pihak Polres atau belum? Sampai saat ini kami belum menerima jawabannya," komentar Budi.

Diakui Budi, dirinya bahkan baru mendengar adanya penolakan tersebut dari media. Sedangkan surat resminya yang dari Polres sendiri hingga saat ini masih belum diterimanya.

"Mungkin nanti sore surat balasan dari Polres baru akan kami terima. Agendanya surat balasan tersebut memang baru akan kami terima hari ini (kemarin)," kaatanya.

Selain mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap Polres Garut, diungkapkan Budi pihaknya juga telah meminta bantuan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Garut. P2TP2A diharapkan bisa memberikan pendampingan kepada V.

Menurutnya, untuk saat ini tersangka V memang sangat membutuhkan pendampingan terutama untuk pemulihan psikologis dan medisnya yang sedikitnya terganggu. Apalagi Budi berpendapat jika dalam kasus ini kliennya itu justeru merupakan korban dalam kasus ini. 

"Saat ini kami juga masih menunggu balasan atas ajuan pendampingan dari P2TP2A. Tersangka V sendiri saat ini sudah dititipkan pihak Polres Garut di Rutan Garut," ucap Budi kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.***

Bagikan: