Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Umumnya cerah, 21.2 ° C

Banjar Berpeluang Punya Stasiun Baru, Tukang Becak dan Ojek Senang

Tim Pikiran Rakyat
SUASANA di Stasiun Banjar sekarang ini.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN
SUASANA di Stasiun Banjar sekarang ini.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN

BANJAR,(PR).- Pemetaan atau mapping rencana reaktivasi kereta api (KA) Banjar - Pangandaran selesai tahun 2019 ini. Pelaksanaan pembangunnya itu diprogramkan setelah reaktivasi jalur Cibatu-Garut-Cikajang tahun 2019 ini.

Kondisi itu dibenarkan Deputi Ekskutif Vice President Daop 2 Bandung,  Hendra Wahyono saat melakukan kunjungan kerja di Stasiun Karangpucung Kota Banjar. "Mapping sudah selesai. Reaktivasinya masih menunggu keputusan pusat dan selesainya reakativasi jalur Cibatu Garut itu. Pastinya reaktivasi Banjar - Pangandaran belum bisa dilaksanakan tahun 2019 ini," ujar Hendra kepada wartawan Kabar Priangan, Dede Iwan, Kamis 29 Agustus 2019.

Menyikapi aspirasi Pemkot Banjar yang mengharapkan stasiun tujuan Pangandaran dibangun terpisah, tidak jauh dari stasiun utama Banjar sekarang ini, dikatakan Hendra, itu ada peluang.

"Keberadaan stasiun baru tujuan Pangandaran yang tidak jauh dari stasiun Banjar, dimungkinkan itu bisa direalisasikan. Di antara syaratnya banyak jalur kereta api dari Pangandaran dan ketersediaan lahan untuk stasiun baru itu," ujar Hendra. 

Menggeliatkan usaha

Di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana, menyatakan, jika Kota Banjar ingin kecipratan ekonomi dari KA Pangandaran, misal setelah beroperasinya KA Banjar tujuan Pangandaran nanti, maka diharuskan di Banjar ada dua stasiun. 

"Stasiun khusus tujuan Pangandaran itu diharuskan ada di Kota Banjar, tidak jauh dari stasiun utama Banjar sekarang ini. Dengan adanya jarak dua stasiun di Banjar itu, diharapkan mampu menggeliatkan pelaku usaha dan perekonomian di Kota Banjar," ujar Nana.

Adanya jarak stasiun lama dengan rencana stasiun baru Banjar-Pangandaran, dikatakan dia, otomatis, tukang becak, ojek dan pengusaha kuliner di Kota Banjar ikut merasakan menfaatnya. Karena, saat menuju stasiun tujuan Pangandaran nanti, diharuskan mengeluarkan ongkos becak, ojek dan belanja makanan selama di perjalan itu.  

Tokoh Masyarakat Banjar, sekaligus Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Banjar, Solihin, berharap mengfungsikan kembali jalur KA tujuan Pangandaran dikaji secara menyuluruh. 

Ditegaskan dia, reaktivasi itu jangan sampai ada masyarakat yang merasa dimiskinkan. Menyusul diantara masyarakat yang menggunakan tanah PT KAI, ada yang sewa alias bayar. 

"Masyarakat yang menyewa milik PT KAI itu berakibat hukum. Bercermin kondisi itu, diharapkan Pemkot Banjar dan Pemkab Pangandaran serta PT KAI, mengalokasikan semacam 'kerohiman' untuk korban terdampak reaktivasi jalur KA tersebut. Hal ini penting dibicarakan, karena diprediksi masyarakat bergejolak," ujar Solihin.***

Bagikan: