Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 21.6 ° C

Jatinangor, Wilayah Sumedang tapi Rasa Bandung

Tim Pikiran Rakyat
BUPATI Sumedang H. Dony Ahmad Munir sedang memberikan sambutan pada kegiatan salat Subuh berjamaah di Jatinangor.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
BUPATI Sumedang H. Dony Ahmad Munir sedang memberikan sambutan pada kegiatan salat Subuh berjamaah di Jatinangor.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Jatinangor merupakan salah satu wilayah kecamatan yang terletak di bagian barat Kabupaten Sumedang. Sebagai daerah berkembang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung, wilayah Jatinangor ini kadang sering dianggap sebagai bagian dari daerah Bandung.

Tidak heran, jika selama ini banyak warga dari luar daerah yang mengira kalau Jatinangor itu masuk wilayah Bandung.

Padahal bagi Sumedang sendiri, Jatinangor ini sudah dianggap sebagai etalasenya kota yang menjadi kebanggaan warga Sumedang. Sebab, di antara daerah-daerah lain yang ada di wilayah Kab. Sumedang, Jatinangor ini memang menjadi daerah yang paling cepat pertumbuhan ekonominya.

Menyikapi fenomena tersebut, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, kini akan melakukan berbagai terobosan agar ke depan wilayah Jatinangor tidak lagi terasa seperti di daerah Bandung.

Seperti diungkapkan Dony Ahmad Munir, saat memberikan sambutan, pada kegiatan salat Subuh Keliling (Subling) di Mesjid Al-Huda, Desa Hegarmanah, Kec. Jatinangor, Rabu 28 Agustus 2020.

Menurut Dony, selama kepemimpinan dirinya, semua rencana pembangunan di wilayah Jatinangor ini akan diwarnai dengan identitas lokal Sumedang.
Supaya identitas lokal Sumedang ini, nantinya bisa menjadi pembeda dengan daerah-daerah lain di luar Sumedang.

"Ke depan berbagai pembangunan di wilayah Jatinangor ini harus memiliki identitas lokal Sumedang. Sehingga ketika dari arah Bandung masuk gapura perbatasan Jatinangor, semuanya sudah terasa di Sumedang. Jadi Jatinangor ini kelak bukan rasa Bandung lagi, melainkan sudah benar-benar rasa Sumedang," katanya.

Untuk menunjang hal tersebut, lanjut Dony, pada tahun 2019 ini Pemkab akan mulai melakukan penataan di wilayah Jatinangor. Salah satunya, akan melakukan perbaikan infrastruktur jalan di tiga ruas jalan utama, yakni Jalan Lio - Jatiroke dengan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar, Jalan Cikuda - Cisempur anggaran sebesar Rp 2,5 miliar, dan Jalan Cikuda Nangerang sebesar Rp 2 miliar.

Pembangunan infrastruktur ini, kata Dony, belum termasuk penataan kawasan perkotaan Jatinangor. Sebab, mulai dari perbatasan Jatinangor-Cileunyi sampai rencana Induk Pusat Pemerintahan Jatinangor juga akan masuk dalam program prioritas pembangunan daerah.

"Malah kita juga sudah mengusulkan agar lahan provinsi yang ada di Hegarmanah itu, nantinya bisa dijadikan pusat induk pemerintahan kecamatan. Jadi di sana nanti akan ada alun-alun, kantor pemerintahan, dan fasilitas umumnya yang terpusat," kata bupati kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.***

Bagikan: