Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Umumnya cerah, 23.8 ° C

Sudah 6 Bulan, Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi DPRD Garut Tak Kunjung Berkembang

Tim Pikiran Rakyat
Korupsi.*/DOK. PR
Korupsi.*/DOK. PR

GARUT, (PR).- Kasus dugaan tindak pidana korupsi pokok pikiran dan biaya operasional di DPRD Garut hingga saat ini masih belum menemui titik terang. Selama 6 bulan penyelidikan, Kejaksaan Negeri Garut baru memeriksa saksi-saksi. 

Kepala Kejaksaan Negeri Garut Azwar mengatakan, sejauh ini Kejaksaan sudah memeriksa 50 saksi. Dari jumlah tersebut, 5 di antaranya merupakan anggota DPRD Garut periode 2014-2019.

"Selain anggota dewan, ada juga unsur pegawai sekretariat dewan dan sejumlah pejabat di Pemkab Garut yang sudah kami periksa," ujarnya di Kantor Kejari Garut, Jalan Merdeka, Rabu 28 Agustus 2019.

Azwar belum mengetahui hasil perkembangan penyelidikan. Namun, dia menargetkan dalam 2 bulan ke depan kasus tersebut sudah harus selesai.

"Sampai sekarang masih penyelidikan, kasusnya masih berjalan, hasilnya belum tahu karena belum dapat informasi dari penyelidiknya. Makanya, saya belum bisa menyampaikan hasil penyelidikan 50 orang itu," uucapnya kepada wartawan Galamedianews Agus Somantri.

Azwar menyebut, Kejari Garut sudah melakukan upaya penyelidikan untuk bisa mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan DPRD Garut tahun anggaran 2017-2018.

"Saya belum bisa menyampaikan kesimpulannya. Saya saja belum mendapatkan informasi dari penyelidik soal perkembangan kasusnya. Kalau ada penyimpangan dilanjutkan, kalau tidak ada, dihentikan," ucapnya.

Kasus tersebut sedang ditangani oleh tim yang berjumlah 5 orang. Namun, upaya yang dilakukan timnya belum mendapatkan data terkait besaran dana yang diselewengkan.

Ia mengatakan, target pengungkapan bergantung tim penyelidik. Perkembangannya juga bergantung situasi di lapangan karena ada kendala yang ditemui seperti terbatasnya waktu dan personel. Apalagi, waktunya bentrok dengan jadwal sidang sehingga proses penyelidikan kasus sering tertunda.

"Tim penyelidikan punya keterbatasan waktu. Kalau dua bulan tidak selesai, ada wacana anggota tim penyelidik akan ditambah," katanya.***

Bagikan: