Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Penyelesaian Tol Jakarta Elevated Terkendala Sutet

Riesty Yusnilaningsih
KONSTRUKSI jalan tol Jakarta 'elevated' belum tersambung di sekitar kilometer 17 tol Jakarta-Cikampek karena keberadaan menara SUTET, Rabu, 28 Agustus 2019. PLN akan merelokasi transmisi agar konstruksi fisik Jakarta 'elevated' dan dua proyek strategis lain bisa diselesaikan.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
KONSTRUKSI jalan tol Jakarta 'elevated' belum tersambung di sekitar kilometer 17 tol Jakarta-Cikampek karena keberadaan menara SUTET, Rabu, 28 Agustus 2019. PLN akan merelokasi transmisi agar konstruksi fisik Jakarta 'elevated' dan dua proyek strategis lain bisa diselesaikan.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Penyelesaian pekerjaan tol Jakarta 'elevated' terkendala keberadaan menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di sekitar kilometer 17. Namun PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek tetap menargetkan operasional tol Jakarta 'elevated' bisa dilakukan pada November 2019.

Pimpinan proyek tol Jakarta 'elevated' dari PT Jasa Marga Suchandra Hutabarat mengatakan, progres pekerjaan jalan tol sepanjang 37,5 kilometer tersebut sudah mencapai 94,5 persen.

"Sisa pekerjaan yang belum selesai itu, salah satunya ada di ruas yang terkendala kehadiran SUTET, tepatnya di sekitar kilometer 17," kata Suchandra saat menggelar rilis di Kantor PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Rabu, 28 Agustus 2019.

Di titik tersebut, masih ada empat 'steel box girder' yang belum terpasang. Pemasangannya menunggu relokasi transmisi SUTET.

"Jika dipaksakan, khawatir ada pengaruh induksi listrik yang dapat membahayakan pekerja karena tegangannya sangat tinggi," katanya.

Menurut Suchandra, tidak hanya pekerjaan Jakarta 'elevated' yang terpengaruh keberadaan menara SUTET tersebut. Tapi juga ada dua proyek strategis lain yang terpengaruh, yakni Light Rail Transit dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"PLN menunggu desain resmi kereta cepat agar relokasi cukup dilakukan sekali, soalnya konstruksi kereta cepat lebih tinggi dari Jakarta 'elevated'," katanya.

Menurut Suchandra, berdasarkan penjelasan dari pihak PLN, menara SUTET setinggi 96 meter tersebut merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Setelah diketahui kebutuhan ketinggian yang aman untuk ketiga lanjutan proyek strategis nasional di lokasi tersebut, baru akan dilakukan pemindahan transmisi ke 'single tower'.

"Mudah-mudahan ini bisa segera tertangani dan tidak ada kendala lain, sehingga target penyelesaian konstruksi fisik pada Oktober 2019 bisa terkejar," katanya.

Selain pemasangan 'steel box girder' di sekitar kilometer 17, pekerjaan-pekerjaan akhir yang saat ini dalam tahap penyelesaian ialah ruas dengan bentangan jalan cukup jauh, semisal di titik dekat Kali Bekasi, 'Grand Wisata', Cibitung, Cibeet, dan Kali Cikarang.

"Saat konstruksi selesai, akan dilihat terlebih dahulu kelaikan fungsinya yang akan ditentukan oleh PT Jasa Marga, Kementerian Perhubungan, dan Badan Pengelola Jalan Tol. Jika sudah dinyatakan laik, baru akan dioperasikan secara fungsional untuk umum. Mudah-mudahan bisa terealisasi November 2019 sehingga Jakarta 'elevated' bisa siap digunakan selama musim libur Natal dan Tahun Baru," katanya.

Tol Jakarta 'elevated' yang membentang mulai dari kilometer 9 Cikunir hingga kilometer 47,5 Karawang Barat mulai bergulir pengerjaannya sejak November 2017. Penyelesaian pekerjaan tol yang menelan biaya hingga Rp 13 triliun tersebut sangat dinantikan untuk mengurai kepadatan volume kendaraan di tol Jakarta-Cikampek.***

Bagikan: