Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 30 ° C

Pencemaran Sungai Cileungsi, Air Berbusa dan Ikan Mati

Irwan Natsir
PENCEMARAN di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor.*/IRWAN NATSIR/PR
PENCEMARAN di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor.*/IRWAN NATSIR/PR

CIBINONG,(PR).- Meski sudah muncul rekomendasi untuk mengatasi pencemaran di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor beberapa waktu, ternyata kondisi sungai tersebut tidak ada perubahan. Pencemaran di Sungai Cileungsi belum berkurang sama sekali.

Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, Teguh P Nugroho bersama rombongan melakukan inspeksi mendadak, Selasa 27 Agustus 2019 ke sejumlah titik di aliran Sungai Cileungsi.

"Kami pastikan bahwa Sungai Cileungsi tidak terbebas dari pencemaran meski beberapa bulan lalu Ombudsman sudah mengeluarkan rekomendasi untuk mengatasi hal ini," kata Teguh kepada Pikiran Rakyat.

Menurut dia, berbagai informasi tentang kondisi Sungai Cileungsi masuk ke Ombudsman, sehingga pihaknya langsung melakukan sidak. Dari peninjauan langsung ke beberapa titik, muncul beberapa temuan. "Kami melihat dan menemukan langsung banyak ikan sapu sapu yang mati di dalam sungai," ujarnya.

Selain ratusan ikan sapu sapu yang mati, juga kondisi air sungai berbusa dan bau. "Ini indikasi kuat bahwa air sungai tercemar," jelas Teguh.

Kabupaten Bogor Tak Sanggup

Dijelaskan Teguh, penangganan Sungai Cileungsi dilakukan Pemkab Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup. "Dari apa yang kami temukan dan lihat kondisi Sungai Cileungsi, maka kami lihat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor tidak sanggup mengatasi persoalan pencemaran," kata Teguh.

Beberapa waktu lalu setelah keluar rekomendasi Ombudsman tentang penangganan Sungai Cileungsi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor mengaku telah melakukan berbagai tindakan untuk atasi Sungai Cileungsi. Namun dari hasil sidak, kondisi sungai tidak mengalami perubahan dan sama dengan apa yang dilihat Ombudsman beberapa waktu lalu.

"Untuk itu kami minta DLH Provinsi Jabar untuk turun tangan langsung dan ambil alih penangganan Sungai Cileungsi karena terbukti DLH Kabupaten Bogor tidak mampu," kata Teguh.

Menurut dia, Pemprov Jabar melalui DLH harus turun tangan sebab Sungai Cileungsi terbentang dari Kabupaten Bogor sampai ke Bekasi. "Jika Pemprov Jabar tidak turun tangan langsung maka tak ada pilihan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang harus turun," ujarnya.

Dengan temuan ratusan ikan sapu sapu mati, air bau dan berbusa, maka pihaknya akan melakukan uji laboratorium untuk mengecek kembali kondisi air Sungai Cileungsi. 

Selain uji laboratorium air Sungai Cileungsi, Ombudsman akan mengecek Sungai Cileungsi sampai ke hilirnya yakni di Bekasi untuk memastikan langsung kondisi air sungai.***

Bagikan: