Pikiran Rakyat
USD Jual 13.986,00 Beli 14.084,00 | Umumnya cerah, 33 ° C

PKL di Bantaran Cimanuk Direlokasi ke GOR Singalodra

Gelar Gandarasa
WARGA melintas di jejeran pedagang kaki lima yang berlokasi di bantaran Sungai Cimanuk, Kamis, 22 Agustus 2019 lalu. Ratusan PKL yang ada di sana akan direlokasi ke Gor Singalodra Indramayu.*/GELAR GANDARASA/PR
WARGA melintas di jejeran pedagang kaki lima yang berlokasi di bantaran Sungai Cimanuk, Kamis, 22 Agustus 2019 lalu. Ratusan PKL yang ada di sana akan direlokasi ke Gor Singalodra Indramayu.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Pemerintah daerah mengklaim sudah menyiapkan lahan relokasi bagi ratusan pedagang kaki lima (PLN) yang hendak digusur dari bantaran Sungai Cimanuk. Kendati demikian, relokasi baru akan dilakukan jika pemerintah sudah membangun kios di tempat baru.

Kepala Seksi Penertiban, Pembinaan Pasar dan PKL Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi Indramayu Novie Anggraeni menjelaskan, lahan baru itu ada di area GOR Singalodra, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Di sana para PKL bisa berdagang secara legal dan aman. Dia menambahkan, untuk kenyamanan pedagang pemerintah daerah akan membangun kurang lebih 80 kios.

Kios-kios tersebut nantinya bisa dimanfaatkan oleh para pedagang untuk menjajakan dagangannya. Namun kios itu dikhususkan untuk para pedagang kuliner saja. “Agar terpusat di satu wilayah,” ungkap dia, Senin, 26 Agustus 2019. Novie memastikan, relokasi akan segera dilakukan jika kios-kios di Gor Singalodra sudah rampung dibangun.

Saat ini, tahap pembangunan baru masuk ke tahap pengukuran. “Sepertinya waktu pembangunan membutuhkan waktu,” kata dia. Dipastikan kios tersebut akan diisi oleh PKL yang terkena relokasi saja. Sebab data PKL sudah dikantongi oleh dinas perdagangan untuk mengantisipasi adanya PKL baru yang menempati kios.

Kendati demikian, pemerintah daerah juga akan bersikap tegas jika kios yang sudah dibangun nanti tak kunjung diisi oleh para PKL. Merujuk pada perda Nomor 9 tahun 2014 tentang PKL, kios yang tak dihuni selama sebulan berturut-turut bisa ditarik kembali oleh pemerintah daerah. Hal itu ditujukan agar para PKL menempati tempat yang telah disediakan.

Terkait upaya penertiban PKL, dinas perdaganagan akan terus berkoordinasi dengan Satpol PP untuk langkah yang akan ditempuh mendatang. “Kami terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah lain dalam upaya penertiban ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakkan Perda Satpol PP Kabupaten Indramayu Kamsari Sabarudin menegaskan, Satpol PP sudah melayangkan surat peringatan ketiga kepada para PKL. Kendati begitu, Satpol PP belum akan menindak para pedagang. Sebab dalam waktu dekat ini akan digelar rapat terlebih dahulu bersama dengan berbagai satuan kerja perangkat daerah lainnya. “Akan dibahas terlebih dahulu,” ucapnya.

Sebelumnya, sekitar 208 bangunan liar dan PKL yang berlokasi di bantaran Sungai Cimanuk akan ditertibkan oleh pemerintah daerah. Bangunan itu mesti ditertibkan karena ada dalam radius 15 meter dari bibir tanggul penahan. Rencananya lahan bantaran Cimanuk akan dijadikan sebagai ruang terbuka hijau bagi masyarakat.

Pemerintah daerah menyadari, Kabupaten Indramayu kekurangan ruang terbuka. Sebelum benar-benar ditertibkan para pedagang telah diberikan pemberitahuan dan peringatan. Diharapkan para pedagang bisa bekerja sama dengan bersedia pindah berdagang dari bantaran Sungai Cimanuk yang lokasinya tak jauh dari Pendopo Indramayu.

Rencana relokasi itu pun ditanggapi oleh pedagang. Salah seorang PKL Tantri mengaku, bersedia dipindah asalkan pemerintah daerah menyediakan tempat yang jelas dan representatif bagi mereka.***

Bagikan: