Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 20.5 ° C

Video Mesumnya Viral, Kondisi Mental V Terganggu

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI video mesum.*/ANTARA
ILUSTRASI video mesum.*/ANTARA

GARUT, (PR).- Selama ini kondisi fisik V (19), tersangka kasus video porno "Vina Garut" memang terlihat sehat. Namun teryata psikologis atau mental V saat ini cukup terganggu sehingga diperlukan waktu untuk pemulihan.

Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum tersangka V dari Kantor Advocat Agus Koharudin Sholeh dan Associate, Budi Rahadian saat ditemui di Mapolres Garut, Kamis 22 Agustus 2019.

Alasan kondisi mental tersangka V seperti itulah yang menurut Budi menjadi alasan pihaknya untuk mengajukan penangguhan penahanan V oleh Polres Garut. Dengan adanya penangguhan, diharapkan bisa mengembalikan kondisi mental V mengingat saat ini V memang membutuhkan suasana yang lebih tenang dan nyaman.

"Hari ini kita sengaja menghadap ke Pa Kasatreskrim guna mengajukan penangguhan penahanan untuk tersangka V yang menjadi klien kami. Soal dikabulkan atau tidaknya pengajuan penangguhan itu, kita masih menunggu pertimbangan pihak penyidik," ujar Budi yang saat itu didampingi Agus Koharudin Sholeh. 

Dikatakannya, terganggunya kondisi mental V terjadi begitu ia mengetahui jika video dirinya tengah beradegan suami isteri dengan sejumlah pria tersebar luas bahkan viral di media sosial. Namun untuk fisiknya sendiri hingga saat ini memang masih terlihat dalam kondisi baik.

Bersikap kooperatif

"Kami mengajukan penangguhan penahanan karena psikologisnya sudah kena. Kami ingin adanya pemulihan mental dulu untuk klien kami," katanya.

Budi juga mengaku bisa menjamin kalau kliennya tidak akan melarikan diri apabila pengajuan penangguhan penahanannya dikabulkan. Sejauh ini kliennya tersebut selalu bersikap kooperatif untuk memberi keterangan kepada penyidik. 

Ia juga menyampaikan, pihaknya sangat menghormati proses hukum yang saat ini tengah dilaksanakan pihak penyidik dalam upaya pengungkapan kasus video porno yang melibatkan kliennya. Namun demikian ia mengingatkan agar azas praduga tak bersalah tetap dijunjung dalam penyidikan kasus ini.

Menurut Budi, saat ini beberapa tahapan sudah dilalui dalam proses penyidikan kasus yang melibatkan kliennya tersebut. Pengecekan kesehatan pun  sudah dilakukan oleh pihak kepolisian bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan perkembangannya pun terus dipantau.

Dapat ancaman

Budi menyampaikan, sebenarnya dalam kasus video porno ini kliennya merupakan korban. Hal ini menyusul adanya pengakuan yang bersangkutan jika dirinya dipaksa tersangka A alias Rayya yang saat itu masih berstatus sebagi suaminya untuk melayani sejumlah pria melakukan hubungan layaknya suami isteri.

"Berdasarkan keterangan klien kami, dia dipaksa suaminya saat itu untuk melayani pria lain berhubungan intim. Tak hanya itu, ia bahkan mendapat ancaman agar memasang mimik muka seolah mersa puas dengan apa yang tengah dilakukannya saat itu," ucap Budi.

Dari keterangan yang diperolehnya, tutur Budi, kliennya itu mulai dipaksa berhubungan dengan pria lain pada 2017 saat berumur 17 tahun. Hubungan itu terus dilakukan selama setahun hingga 2018 dan baru berhenti ketika ia sudah bercerai dengan suaminya.

Masih menurut Budi, keterangan inilah yang akan dijadikannya bahan pembelaan terhadap kliennya jika dalam kasus ini kliennya tersebut memang lebih layak dikatakan sebagai korban. Sedangkan terkait adanya pengakuan V jika dirinya juga mendapatkan bayaran setiap melayani pria lain, menurutnya hal itu belum dapat dipastikan.

"Uang yang diberikan tersangka A itu belum dapat dipastikan apakah memang pembayaran dari pria yang dilayaninya atau sebagai uang nafkah. Saat itu kan tersangka A ini masih berstatus suami V sehingga ia mempunyai kewajiban untuk menafkasinya," kata Budi kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.***

Bagikan: