Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

Pesona Citiis di Lembah Gunung Galunggung Tasikmalaya

Bambang Arifianto
WARGA melintasi pemandian air panas di Kampung Citiis, Desa/Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 5 Agustus 20190. Lembah Gunung Galunggung di Citiis memiliki pesona wisata yang berpotensi menarik pengunjung.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
WARGA melintasi pemandian air panas di Kampung Citiis, Desa/Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 5 Agustus 20190. Lembah Gunung Galunggung di Citiis memiliki pesona wisata yang berpotensi menarik pengunjung.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

PESONA keindahan alam Kabupaten Tasikmalaya seakan tak ada habisnya. Gunung Galunggung adalah salah satu destinasi wisata Tatar Sukapura yang telah begitu akrab dikenal para pengunjung.

Galunggung bukan hanya memiliki kawah dan hutannya yang asri saja. Berbagai air terjun, sungai juga berhulu di gunung api tersebut. Pengunjung bakal dimanjakan beragam obyek wisata tersebut yang jaraknya tak terlalu berjauhan saat berwisata di sekitar Galunggung. Namun, ada obyek wisata yang tak boleh terlewatkan saat berkunjung ke sana.

Sebagai gunung yang masih berstatus aktif, Galunggung memiliki sumber mata air panas yang cocok dinikmati pengunjung saat hari libut. Salah satu kolam pemandian air panas itu berada di Kampung Citiis, Desa/Kecamatan Padakembang.

Tersembunyi di ceruk lembah yang dikelilingi rimbun pepohonan, kolam pemandian tersebut bisa dicapai melalui Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga). Saat masuk jalan baru tersebut, pengunjung tinggal mengarahkan kendaraannya ke Singaparna. Tepat di wilayah Padakembang, kendaraan tinggal berbelok ke arah Galunggung. 

Medan jalan yang dilintasi cukup mulus karena telah berlapis aspal. Namun pengunjung mesti ekstra waspada lantaran jalan berkelok dan agak menanjak. Pemandangan lembah Galunggung yang seakan terbelah menjadi pemandangan menarik yang bisa dinikmati di perjalanan. Belum lagi  hamparan pesawahan milik warga yang meruapkan bau lumpur ke hidung para pelintas. 

PEMANDIAN air panas di Kampung Citiis, Desa Padakembang, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Senin 5 Agustus 2019. Lembah Gunung Galunggung di Citiis memiliki pesona wisata yang berpotensi menarik pengunjung.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

Setelah pemukiman warga terlewati, bentang hutan Galunggung mulai menghadang. Akhirnya, gerbang kolam pemandian air panas itu terlihat setelah menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 5 kilometer dari Cisinga.

Munir, pria 60 tahun asal Citiis menuturkan, kolam air panas tersebut mulai dibangun pada 2012. Kolam tersebut dikelola langsung oleh Desa Padakembang.

Awalnya, warga menyalurkan terlebih dahulu aliran air panas dari Cipanas, Galunggung melalui paralon ke dua kolam yang telah dibangun. Tak hanya kolam, pengelola juga membuat jembatan bambu di tebing tepi kolam yang cocok bagi pengunjung untuk berfoto. "Pengunjung alhamdulillah (cukup banyak), sampai saat libur, mobil, motor juga banyak (yang datang)," kata Munir di kawasan pemandian tersebut, Senin, 5 Agustus 2019. 

Munir ikut mencari rezeki di area pemandian dengan mendirikan warung. Pengunjung, lanjutnya, datang pada siang dan malam hari. Mereka berendam serta menikmati panorama lembah di bawah Galunggung tersebut.

Tiket masuk pun masih terbilang murah. Pengunjung yang membawa sepeda motor dikenakan tiket Rp 10 ribu. "Untung yang memakai mobil, (tiket) dihitung per orang, per orang Rp 5.000 " ucapnya.

Munir menambahkan, pemandian Citiis memiliki khasiat menyembuhkan penyakit kulit dan badan yang pegal. "(Kandungan) belerangnya masih banyak," ucapnya.

Jika masih ingin menikmati tempat wisata lain, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke Curug Citiis. Namun, jalur menuju curug dari arah pemandian hanya bisa dilintasi dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor. Badan jalan teramat kecil guna dilintasi mobil. 

Air jernih yang mengalir ke selokan dan sungai begitu jernih di lembah tersebut. Bila kawasan Citiis telah terjelajahi, pilihan lokasi wisata lain di seputar Galunggung telah menanti. Pengunjung tinggal kembali Jalan Cisinga dan mengarah ke Ciawi. Tiba di kawasan Cisayong, pengunjung berbelok ke Cigorowong lalu menyusuri jalan menuju Kiarajangkung. Di sini, dua obyek wisata yakni hutan pinus Ciherang dan Curug Cibadak bisa dikunjungi. Jika belum puas dan stamina masih kuat, hamparan sawah Kiarajangkung di Kecamatan Sukahening dan Puncak Pelita, Kecamatan Ciawi menunggu pula dijelajahi.

Meskipun potensi lokasi wisata berlimpah, ketersedia akses jalan yang laik dan aman masih menjadi persoalan. Ini karena, tak semua obyek wisata di Kabupaten Tasikmalaya itu gampang dijangkau dan memiliki jalan yang mulus. "Permasalahan akses menuju lokasi yang sukar terjangkau menjadi kendala pengembangannya," kata Dini, warga Kikisik, Sukaratu.***

Bagikan:

TERPOPULER