Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Musim Kemarau Tahun Ini, 22 Hektare Lahan Gunung Guntur Terbakar

Tim Pikiran Rakyat
UPAYA pemadaman api di kawasan hutan Gunung Guntur, Jumat  23 Agustus 2019.  Gunung Guntur dalam tahun ini sudah mengalami tiga kali kebakaran.*/ AEP HENDY/ KP
UPAYA pemadaman api di kawasan hutan Gunung Guntur, Jumat 23 Agustus 2019. Gunung Guntur dalam tahun ini sudah mengalami tiga kali kebakaran.*/ AEP HENDY/ KP

GARUT, (PR).- Sudah menjadi kebiasaan ketika kemarau melanda, kebakaran selalu terjadi di lahan di kawasan Gunung Guntur. Saking sering kebakaran di kawasan tersebut, masyarakat sudah menganggap kebakaran sebagai hal lumrah.

Bahkan sebagian masyarakat berkeyakinan kebakaran di Gunung Guntur sebagai tanda akan segera turun hujan, dan berakhirnya musim kemarau.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V, Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, Balai Besar Konservasi Sumber daya Alam (KSDA) Jabar, Purwantono menyebutkan selama musim kemarau 2019, di kawasan Gunung Guntur telah terjadi tiga kali kebakaran. Akibatnya, seluas 22 hektare lahan di kawasa Gunung Guntur rusak.

"Selama musim kemarau tahun ini, sudah terjadi tiga kali kebakaran di wilayah Gunung Guntur. Berdasarkan data yang kami miliki, sedikitnya 22 hektare lahan yang sudah terbakar," ujar Purwantono, Jumat 23 Agustus 2019.

Ia menyampaikan, terakhir kebakaran di kawasan Gunung Guntur terjadi pada Rabu 21 Agustus 2019 di kawasan cagar alam. Saat itu terdapat sekitar 20 hektare lahan cagar alam yang terbakar.

Berdasarkan laporan Aep Hendy , wartawan Kabar Priangan, kebakaran saat itu terjadi dari siang sampai sore. Banyaknya ilalang, semak belukar, rumput dan dedaunan kering di kawasan lahan semakin mempercepat kobaran api membesar dan menjalar, apalagi saat itu tiupan angin pun cukup kencang.

"Ada juga pohon pinus dan kaliandra yang juga turut hangus terbakar selain ilalang, rumput dan semak belukar," katanya.

Purwantono menyatakan, upaya pemadaman yang melibatkan petugas gabungan yang dibantu masyarakat langsung dilakukan saat itu. Namun sulitnya untuk menembus lokasi kebakaran yang berada di ketinggian 1.300-1.500 mdpl membuat petugas terkendala karena pemadaman tidak bisa dilakukan dengan menggunakan mobil pemadam. Namun berkat kerja keras petugas dan masyarakat, pada Rabu sore api akhirnya berhasil dipadamkan.

Guna mengantisipasi munculnya kembali kobaran api, tutur Purwantono, hingga saat ini petugas KSDA, TNI, Polri, dan masyarakat masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi. Apalagi kabakaran yang terjadi di Gunung Guntur kemarin bukan merupakan yang pertama kali terjadi tahun ini. ***

 

Bagikan: