Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Jaringan Narkoba dari Pantura dan Subang Beroperasi di Purwakarta

Hilmi Abdul Halim
Narkoba/REUTERS
Narkoba/REUTERS

PURWAKARTA, (PR).- Dalam tiga pekan terakhir, Kepolisian Resor Purwakarta menangkap 12 pelaku penyalahgunaan narkoba. Mereka mendapatkan narkoba di antaranya dari jaringan pengedar yang beroperasi di Pantai Utara Jawa dan Subang.

Satuan Narkoba Polres Purwakarta saat ini tengah mengembangkan penyelidikan untuk menangkap pelaku lainnya.

"Ada beberapa jaringan yang bermain di Purwakarta. Berdasarkan ungkap kasus pada Agustus saja, terungkap jaringan Pantura dan Subang," ujar Kasat Narkoba Ajun Komisaris Heri Nurcahyo, Jumat 23 Agustus 2019.

Para pelaku seluruhnya laki-laki dengan usia yang relatif masih muda. Dari 12 pelaku itu, polisi membaginya ke dalam 10 perkara yakni 5 kasus penyalahgunaan ganja, 4 kasus sabu, dan 1 kasus tembakau gorila.

Para pelaku yang berasal dari latar belakang pendidikan berbeda menunjukkan semua kalangan dapat terpengaruhi narkoba. Mereka merupakan tamatan SD, 3 lulusan SMP, 5 lulusan SMA, dan seorang alumni perguruan tinggi tingkat diploma.

Penangkapan jaringan pengedar narkoba jenis ganja asal Subang berawal dari seorang pelaku berinisial A (31). Hal itu diungkapkan Kepala Polres Purwakarta Ajun Komisaris Besar Matrius melalui Perwira Urusan Humas Inspektur Dua Tini Yutini.

Pelaku tersebut tercatat sebagai warga Kampung Baranangsiang, Desa Tanjung Siang, Kecamatan Tanjung Siang, Subang. "Tersangka A ditangkap di Jalan Raya Sadang-Subang tepatnya di depan hotel di Kelurahan Ciseureuh, pekan lalu," kata Tini.

Polisi menyita barang bukti berupa sebungkus ganja seberat 6,10 gram. Setelah ditelusuri, petugas akhirnya menangkap pemasok ganja berinisial ISU (22) warga Kampung Cibeunying, Desa Gandasoli, Kecamatan Tanjung Siang, Subang.

Polisi juga menangkap anggota jaringan tersebut yakni M (39), warga Kampung Rawa Beulut, Desa Kalijati Barat, Kecamatan Kalijati Barat, Subang.

Ketiga pelaku dikenakan Undang-Undang Republik Indonesia 35/2009 Tentang Narkotika dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.***

Bagikan: