Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Bara Api Kembali Munculkan Kepulan Asap di Hutan Ciremai

Nuryaman
SALAH satu dari empat personel tim penumpas api sumber kepulan asap kebakaran di bagian atas lereng timur Gunung Ciremai sedang menumpas satu titik bara api di ketinggian sekitar 2.300 mdpl, Kamis 22 Agustus 2019) siang.*/DOK.BTNGC
SALAH satu dari empat personel tim penumpas api sumber kepulan asap kebakaran di bagian atas lereng timur Gunung Ciremai sedang menumpas satu titik bara api di ketinggian sekitar 2.300 mdpl, Kamis 22 Agustus 2019) siang.*/DOK.BTNGC

KUNINGAN, (PR).- Satu titik kepulan asap kebakaran hutan yang terlihat muncul pada hari Selasa dan Rabu 20-21 Agustus 2019 di bagian atas lereng timur Gunung Ciremai atau di atas wilayah Kabupaten Kuningan, dipastikan bukan titik api kebakaran baru. 

Kepulan asap itu kemungkinan bersumber dari sisa-sisa bara api kebakaran dua pekan lalu yang sempat tersembunyi dan menyala kembali pada tunggak dan batang pohon dalam area yang  sudah terbakar.

Kesimpulan itu diungkapkan Fire Boss dari Seksi Pengelolaan Taman Nasional 1 Wilayah Kuningan, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Agus Yudantara, berdasarkan laporan dari anggota Tim Ranger Jalur Pendakian Linggajati dan Linggasana yang sedang menumpas titik-titik api sumber kepulan asap tersebut, Kamis (22/8/2019) sore. Titik kepulan asap itu berada di sekitaran titik koordinat 6°53'39.07"S, 108°25'30.41"T. 

Terkonfersikan dalam peta citra satelit google earth,  titik koordinat tersebut berada di ketinggian sekitar 2.300 meter di atas permukaan laut. Titik loaksi itu menurut Agus, berada di sebelah selatan jalur Linggasana. “Posisinya jauh di luar jalur pendakian terpaut jarak sekitar 300 meter,” tutur Agus, kepada “PR” Online, Kamis (22/8/2019) sekitar pukul 16.30, seraya menambahkan titik loaksi itu berada di perbatasan vegetasi hutan alam rimba dengan area vegetasi tumbuhan kecil dan semak.

Berdasarkan laporan tm yang sedang menumpas titik api sumber kepulan asap tersebut, titik-titik apinya Kamis (22/8/2019) sore sebagian besar sudah berhasil ditumpas padam. Namun, tuturnya tim berjumlah empat personel yang diberangkatkan BTNGC Rabu (21/8/2019) sore itu, hingga Kamis (22/8/2019) sekitar pukul 17.00 masih terus bergerak menyusuri dan menumpas habis  setiap titik bara api yang ditemukan di sekitarnya.

Diketahui, empat personel yang diberangkatkan BTNGC menumpas titik api sumber kepulan asap di lereng timur gunung berapi tertinggi di Jawa Barat itu, terdiri atas dua personel anggota Tim Ranger Jalur Pendakian Linggajati bernama Jos Romli dan Padil, serta dua anggota Tim Ranger Jalur Pendakian Linggasana Addie dan Topoik. Mereka diberangkatkan BTNGC dibekali alat pemadam kebakaran hutan berupa jet shutter ransel berisi cairan khusus penumpas api, dan perbekalan logistik pendukung lainnya.

Smenetara itu, terpantau dari bawah bagian atas lereng Gunung Ciremai sepanjang hari Kamis (22/8/2019) pagi hingga sore, terus menerus tertutup awan tebal. Bahkan, menurut Agus Yudantara, tim yang sedang menyusuri serta menumpas titik-titik api tersebut tadi, melaporkan di bagian atas lereng Gunung Ciremai termasuk area dimana titik sumber kepulan asap itu berada, pada Kamis (22/8/2019) pagi sempat diguyur hujan gerimis.***

Bagikan: