Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

Sering Mencelakai Tetangga, Seorang Warga Terpaksa Dipasung

Tim Pikiran Rakyat
KEPALA Desa Mekarsari Kec. Sukasari, H. Dudung, sedang berkonsultasi dengan staf Dinsos P3A Kab. Sumedang, terkait upaya penanganan ODGJ di daerahnya.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
KEPALA Desa Mekarsari Kec. Sukasari, H. Dudung, sedang berkonsultasi dengan staf Dinsos P3A Kab. Sumedang, terkait upaya penanganan ODGJ di daerahnya.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Dianggap sering meresahkan warga, Yusdik (30) orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Dusun Manglayang RT 01 RW 01 Desa Mekarsari Kecamatan Sukasari, sudah tiga hari ini terpaksa dipasung di dalam rumahnya.  Menurut informasi, pemasungan terhadap ODGJ ini, terpaksa dilakukan oleh pihak keluarga, dikarenakan pria bersangkutan sempat mencelakai tetangga kampungnya.

Seperti disampaikan Kepala Desa Mekarsari, H. Dudung. "Bukannya tidak kasihan, tapi mau gimana lagi, daripada membahayakan orang lain, lebih baik dipasung saja dulu," kata H. Dudung, saat dikonfirmasi di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kab. Sumedang, Rabu 21 Agustus 2019.

Dijelaskan H. Dudung, Yusdik ini sudah mengalami gangguan kejiwaan selama kurang lebih 15 tahun. Selama dia sakit, pihak keluarga dan juga Pemerintah Desa sebenarnya sudah berulangkali memeriksakan penyakit ODGJ ini ke rumah sakit jiwa.

Namun sayangnya, upaya pengobatan itu masih saja belum membuahkan hasil, dan kejiwaan Yusdik pun sampai sekarang tetap saja masih labil.

"Kami sudah sering mengobatinya. Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa saja sudah dua kali, belum lagi dibawa ke Pa Ecek sudah tiga kali. Malah saking seringnya mengobati, harta benda Pa Ujun (58) ayahnya Yusdik kini sampai habis dan tidak mampu lagi membayar BPJS," katanya.

Kehabisan biaya

Padahal, kata Dudung, keluarga Ujun ini sebelumnya sempat masuk menjadi peserta BPJS Mandiri, dengan harapan proses pengobatan kejiwaan Yusdik bisa terus berlanjut sampai Yusdik sembuh total.

Namun karena kehabisan biaya, akhirnya pembayaran polis BPJS jadi tidak terbayar, sehingga proses pengobatan Yusdik ini pun terpaksa harus dihentikan.

Gara-gara terhentinya pengobatan tersebut, maka kejiwaan Yusdik ini malah terus memburuk. 

Bahkan belum lama ini, tepatnya Senin (19/8/2019) malam lalu, Yusdik sempat menusuk pengendara motor asal Dusun Nyalindung RT 01/02 Desa Mekarsari.

"Akibat peristiwa penusukan itu, Yusdik pun terpaksa harus dipasung. Sesuai pengakuan Yusdik 'Pajar teh si korban loba gaya ngabobonceng awewe bari nanantang gelut'. Padahal yang dibonceng korban itu adalah istrinya sendiri, dan mereka berhenti di sana karena mau membeli mie ayam," kata H. Dudung.
Akibat kejadian tersebut, warga pun menjadi resah dan akhirnya mendesak pihak desa untuk melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Sesuai kesepakatan dengan pihak keluarga, maka Yusdik pun kini terpaksa dipasung di rumahnya, sampai pihak desa bisa mengupayakan proses pengobatan kejiwaan yang dialami ODGJ tersebut.

"Jadi tujuan saya datang ke Kantor Dinsos P3A ini tiada lain untuk meminta rekomendasi agar Yusdik ini bisa mendapatkan Jamkesda. Soalnya kasihan orang tuanya sudah tidak mampu membayar lagi BPJD. Sementara Yusdik harus diobati ke RSJ," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.

Bisa bahaya

Apabila ODGJ ini sudah masuk dalam daftar penerima Jamkesda, maka pihak desa akan langsung membawa pemuda lajang itu ke RSJ.

"Kalau didiamkan tanpa diobati kan bisa bahaya. Rumahnya saja sudah habis dirusak, malah bapanya juga sudah sering mengalami luka akibat dianiaya. Karena itu, sekarang kami ingin meminta perhatian pemerintah agar penyakit kejiwaan ODGJ ini bisa secepatnya diobati," katanya.

Menanggapi pengaduan tersebut, Dinsos P3A Kab. Sumedang, saat itu juga langsung merespon permohonan Kades Mekarsari. Bahkan pihak Dinsos P3A langsung memberikan formulir untuk pengalihan kepesertaan BPJS Mandiri ODGJ tersebut ke program Jamkesda.

"Untuk teknis pengobatan ODGJ ini kan bukan ranah kami. Kapasitas kami di sini, hanya memberikan rekomendasi bahwa orang tersebut benar-benar layak untuk mendapatkan Jamkesda, dan itu pun tentunya harus sesuai keterangan pihak desa," kata Kepala Dinsos P3A Kab. Sumedang, Agus Muslim.

Maka dari itu, lanjut Agus, terkait permohonan fasilitasi yang disampaikan Kades Mekarsari, pihaknya akan membantu sampai keluarga ODGJ itu bisa masuk dalam daftar penerima Jamkesda.***

Bagikan: