Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31.1 ° C

Muatan Lokal Sadar Wisata Dikaji untuk Masuk Kurikulum SD dan SMP

Ani Nunung Aryani
ILUSTRASI.*/DOK. PR
ILUSTRASI.*/DOK. PR

CIREBON, (PR).- Pemkot Cirebon bakal mengkaji kemungkinan memasukan muatan lokal (mulok) sadar wisata di kurikulum SD dan SMP, untuk mendukung fokus pembangunan Kota Cirebon di sektor pariwisata.

Kemungkinan tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis seusai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Cirebon Tahun 2019, di Cirebon Islamic Center, Kamis, 22 Agustus 2019.

Dikatakan Azis, hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya ikut membangun karakter siswa-siswi sadar wisata. Hanya saja, Azis menuturkan, memang kemungkinan itu belum tentu disepakati. "Kan ada berbagai pertimbangan yang mendasari sebuah keputusan. Nanti apa pun hasil kajian, ya kita harus menerima," kata Azis.

Karena, menurut Azis, kegiatan ekstra kurikuler yang ada saat ini terutama yang bersentuhan dengan seni budaya, misalnya menari dan kesenian lain, sebenarnya juga sudah ikut mendukung program pariwisata.

"Hanya mungkin nanti perlu ada sentuhan khusus pendidik ikut menyiapkan siswa-siswi agar sadar wisata, seperti kepedulian kepada lingkungan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman serta membangun karakter yang percaya diri dan ramah," katanya.

Di bagian lain, Azis mengungkapkan. Pemkot Cirebon akan terus berupaya meningkatkan fasilitas dan ruang gerak yang cukup bagi anak. Azis pun meminta semua pihak memiliki kepedulian terhadap masa depan anak.

“Ruang gerak yang layak untuk anak akan terus kami upayakan baik itu di tempat umum maupun di sekolah-sekolah,” ungkap Azis.

Hanya saja, lanjutnya, Pemkot tentu tidak bisa berjalan sendiri. Bantuan dan dukungan dari semua pihak tetap diminta.

Karena apa yang dilakukan hari ini akan berpengaruh terhadap anak-anak di masa depan mereka.

Kepada orangtua, Azis juga berpesan untuk membekali anak-anaknya dengan keilmuan yang cukup. Baik keilmuan tentang agama, budi pekerti hingga teknologi.

Sehingga anak-anak nantinya akan siap menghadapi masa depan di era yang serba modern, namun tetap memegang teguh budi pekerti dan norma agama yang selama ini diajarkan kepada mereka.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Iing Daiman, menyampaikan apresiasi 

kepada semua pihak, yang telah banyak membantu memberikan perlindungan dan memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak-hak mereka.

“Kami juga mengajak kepada pengusaha, pengelola mall, hotel dan lainnya untuk menyedikan ruang bermain untuk anak-anak. Biaya tidak mahal, namun bisa membuat anak-anak gembira,” ungkap Iing.

Pada kesempatan itu Iing juga mengungkapkan rencana meluncurkan program "Kontes Curhat" atau Konseling Tentang Segala Hal Online dan Offline. “Tanggal 22 nanti akan dilaunching dirangkaikan dengan Hari Jadi Cirebon ke 650,” ungkap Iing.

Nantinya, pihaknya akan menyiapkan bus untuk menerima konsultasi dari masyarakat. 

Selain itu juga disiapkan juga lima kelompok konsuler, yaitu keagamaan, psikolog, hukum, pekerja sosial dan dokter untuk sejumlah permasalahan kesehatan. 

"Dengan program tersebut, diharapkan bisa menciptakan warga Kota Cirebon yang bahagia, termasuk anak-anaknya," katanya.***

Bagikan: