Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Mesin Pendorong Air Jadi Solusi Kekeringan di Desa Cibarusah Bekasi

Tommi Andryandy
BOOSTER (mesin pendorong air) berkapasitas 2000 meter kubik diresmikan PDAM Tirta Bhagasasi Kamis, 22 Agustus 2019. Diharapkan dapat menyalurkan air hingga wilayah yang selama ini kekeringan seperti di Cibarusah.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
BOOSTER (mesin pendorong air) berkapasitas 2000 meter kubik diresmikan PDAM Tirta Bhagasasi Kamis, 22 Agustus 2019. Diharapkan dapat menyalurkan air hingga wilayah yang selama ini kekeringan seperti di Cibarusah.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Bencana kekeringan yang terjadi di tiga desa di Kecamatan Cibarusah dipastikan mulai teratasasi. Hal itu lantaran mesin pendorong air (booster) telah dipasang di wilayah selatan dan mampu memasok air hingga daerah paling selatan Kabupaten Bekasi.

“Jadi booster yang dimiliki saat ini akhirnya bisa menjangkau hingga wilayah yang selama ini kekeringan di Cibarusah. Jadi tentu tidak perlu kirim air lagi, tinggal segera saja warga dapat menyambungkan pasokan air yang sudah ada ke rumah masing-masing,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi, Usep Rahman Salim, usai meresmikan booster berkapasitas 2.000 meter kubik di kantor cabang Serangbaru, Kamis, 22 Agustus 2019.
 

Seperti diketahui, tiga desa di Cibarusah yakni Ridhogalih, Ridomanah dan Sirnajati menjadi daerah paling parah dilanda kekeringan di Kabupaten Bekasi. Ironisnya, akibat tidak adanya sumber air yang mencukupi, kekeringan pun terus berulang tiap tahun.

Usep mengatakan, booster merupakan perangkat yang selama ini dibutuhkan. Karena Cibarusah tidak memiliki sumber air yang cukup, sehingga memerlukan pasokan air dari luar. “Ini pun produksi airnya sebenarnya di Tegalgede Cikarang Selatan, karena kan di Cibarusah tidak ada sumber air. Kemudian dialirkan ke Serang, baru lalu ditembakkan hingga sampai ke titik paling ujung di Cibarusah. Tentu dengan ini kekeringan yang setiap tahun melanda, sekarang ada solusinya,” ucap dia.

Lebih lanjut, kata Usep, dengan tersalurkannya air hingga Cibarusah, warga dapat segera menyambungkan saluran air hingga ke rumah. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, tarif air bagi warga pedesaan seharga Rp 2.000 per 1.000 liter. “Jadi sebenarnya sangat terjangkau dan sangat mampu warga. Sedangkan untuk menyambungkan biayanya Rp 1,7 juta,” ucap dia.

Meski demikian, Usep memastikan, bantuan air bersih tetap diberikan bagi warga membutuhkan. “Tapi kalau dulu dikirim pakai mobil tiap hari, nanti dibuatkan penampungan di beberapa titik,” ucap dia.

Keberadaan booster ini, lanjut Usep, menjadi yang keempat yang dimiliki PDAM Tirta Bhagasasi. Ketiga booster lainnya berada di Mega Regency Cikarang Selatan dengan kapasitas 1.700 meter kubik dan 250 meter kubik. Kemudian di Loji dengan kapasitas 1.000 meter kubik.
 

Untuk itu, dengan penambahan booster ini, pelayanan tidak hanya diarahkan bagi warga Cibarusah namun daerah lain di wilayah selatan. PDAM menargetkan, penambahan booster ini dapat melayani 43.000 sambungan langsung atau meningkat 20 persen dari keseluruhan pelanggaran yakni 250.000 sambungan langsung.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Entah Ismanto mengatakan, pemerintah kini tengah mengkaji lebih lanjut untuk memberikan subsidi bagi warga tidak mampu, terutama di wilayah kekeringan agar teraliri air.

“Memang kendalanya di biaya pemasangan, mungkin ada yang keberatan namun ini akan dikaji agar bisa dibantu. Saat ini sebenarnya sudah ada anggaran subsisi bagi warga tidak mampu sebesar Rp 6 miliar. Tapi mungkin nanti akan dibuat lebih spesifik,” ucap dia.***

Bagikan: