Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

Kebun Raya Bogor Menuju Gelar Situs Warisan Dunia

Windiyati Retno Sumardiyani
PENGUNJUNG memasuki pintu 1 Kebun Raya Bogor, belum lama ini. Usulan Kebun Raya Bogor sebagai situs warisan dunia UNESCO diharapkan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Bogor.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
PENGUNJUNG memasuki pintu 1 Kebun Raya Bogor, belum lama ini. Usulan Kebun Raya Bogor sebagai situs warisan dunia UNESCO diharapkan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Bogor.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

PEROLEHAN gelar situs warisan dunia UNESCO untuk Kebun Raya Bogor selangkah lagi akan didapatkan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia terus berupaya untuk mewujudkan hal tersebut, salah satunya dengan meminta dukungan kepada seluruh pihak, tanpa terkecuali Pemerintah Kota Bogor.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati menuturkan, usulan Kebun Raya Bogor sebagai situs warisan dunia selaras dengan arahan penataan kawasan pusaka berdasarkan rencana tata ruang wilayah Kota Bogor dengan mempertahankan kawasan Kebun Raya Bogor sebagai kawasan perlindungan  plasma nutfah.   

“Kami meminta dukungan dari Pemkot agar upaya kami dapat terwujud. Kebun Raya merupakan pusat riset botani tropika dunia, dan melahirkan lembaga penelitian lain di Indonesia. Selain itu, Kebun Raya juga menjadi pusat aklimatisasi kelapa sawit sebelum disebarluaskan di seluruh dunia, karena Kebun Raya di kawasan Kota Bogor, maka Pemerintah Kota Bogor perlu tahu apa yang kami lakukan,” ujar Enny dalam keterangan terrulis yang diterima “PR”, Kamis, 22 Agustus 2019.  

Menurut Enny, usulan Kebun Raya Bogor menjadi situs warisan dunia sudah dimulai sejak 25 September 2017. Setelah itu, LIPI mulai menyusun dokumen tentatif sebagai prasyarat awal nominasi. “Dokumen tentative list diajukan ke UNESCO melalui Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO dan Kemendikbud pada 8 Juni 2019. Kebun Raya kemudian resmi terdaftar di tentative list UNESCO pada 26 April 2018. Mudah-mudahan, bulan September nanti  pengajuan nominasi untuk Kebun Raya rampung,” kata Enny.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI Hendrian menuturkan, dalam mewujudkan situs warisan dunia, LIPI mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kota Bogor. Menurut Hendrian, melalui deklarasi dukungan, LIPI dan Pemerintah Kota Bogor berkomitmen untuk mewujudkan misi agar Kebun Raya lolos sebagai situs warisan dunia UNESCO.

“Ada  ikatan kebatinan yang kuat antara Kota Bogor dan Kebun Raya. Kami sudah dengar perencanaan garis besar Pemkot Bogor untuk penataan kawasan Kebun Raya,  mudah-mudahan bisa disinergikan untuk kenyamanan bersama,” kata Hendrian.

Menurut Hendrian, ke depan,  jika Kebun Raya Bogor lolos sebagai situs warisan dunia, maka pengelola Kebun Raya perlu fokus pada pengelolaan Kebun Raya di masa depan. Hendrian menyebutkan, nantinya pengelolaan Kebun Raya tidak sendirian, namun lebih terintegrasi dengan semua pihak.

Dampak kunjungan

Sementara itu Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebutkan Pemerintah Kota Bogor mendukung penuh pengusulan Kebun Raya Bogor menjadi situs warisan dunia.Dedie  mengatakan, gelar tersebut nantinya akan berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan terutama wisatawan asing ke Kota Bogor. Oleh karena itu, perlu ada perencanaan yang terintegrasi antara Pemerintah Kota Bogor dan  pengelola Kebun Raya Bogor.

“Bagaimana integrasinya harus dipikirkan, kita perlu komunikasi. Benefit yang didapat setelah gelar diperoleh  ya kemungkinan wisatawan mancanegara akan datang, antisipasinya bagaimana kesiapan kita dari infrastruktur akomodasi wisatawan, termasuk sumber daya manusianya,” ucap Dedie.

Lebih lanjut,  Dedie pun berharap ada integrasi antara  pengelolaan Kebun Raya Bogor dan museum di sekitarnya. Peranan museum perlu dikuatkan  sebagai penunjang pariwisata Kota Bogor. “Di sekitar Kebun Raya Bogor, ada tujuh museum, museum Pertanian, Munasain, Tanah, Balai Kirti,  Peta, dan juga punya perpusatakaan pertanian digital terbaik, itu yang belum diekspose. Jika bisa terintegrasi dengan Kebun Raya maka  PAD kita pun bisa bertambah dari sektor pariwisata,” kata Dedie.***

Bagikan: