Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Kawasan Ruas Jalan Cisinga yang Tengah Dibangun Malah Jadi Lokasi Pembuangan Sampah

Bambang Arifianto
PENGENDARA sepeda motor melintasi tumpukan sampah di ruas Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga), kawasan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis, 22 Agustus 2019. Sejumlah titik di Jalan Cisinga menjadi lokasi pembuangan sampah oleh warga yang tidak bertanggung jawab.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
PENGENDARA sepeda motor melintasi tumpukan sampah di ruas Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga), kawasan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis, 22 Agustus 2019. Sejumlah titik di Jalan Cisinga menjadi lokasi pembuangan sampah oleh warga yang tidak bertanggung jawab.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

SINGAPARNA, (PR).- Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga), Kabupaten Tasikmalaya yang pengerjaannya tengah diselesaikan justru menjadi lokasi pembuangan sampah. Titik-titik pembuangan sampah bertebaran di sepanjang jalan tersebut.

Pantauan "PR" pada Kamis, 22 Agustus 2019, titik sampah sudah terlihat di ruas Cisinga, kawasan Desa Pakemitan Kidul, Kecamatan Ciawi. Sampah-sampah berupa plastik hingga potongan buah kelapa bertumpuk di tepi jalan.

Tak tampak upaya pengangkutan sampah-sampah di lokasi yang akrab disebut jalan baru tersebut. Sampah-sampah itu pun hanya dimusnahkan dengan cara dibakar. Tak jauh dari sana, deretan sampah yang berceceran dan bertumpuk terlihat di dekat Jembatan Panyusuhan.

Dedi Danuji (51), warga Pakemitan Kidul menuturkan, tepi Jalan Cisinga memang menjadi lokasi pembuangan sampah orang-orang dikenal. "Pakai motor kebanyakan," kata Dedi yang berprofesi sebagai pengumpul barang rongsokan tersebut. 

Dengan sampah-sampah terbungkus kresek, mereka membuangnya begitu saja di tepi Cisinga. Para pelaku, tutur Dedi, ditengarai merupakan warga perumahan. Selain itu, terdapat pula pedagang buah kelapa yang sengaja membuang potongan kelapa ke sana. Praktik tersebut dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Dedi mengaku kerap mendapati sampah-sampah itu telah tergeletak pada pagi, siang dan sore. Pemusnahan sampah dengan cara dibakar membuat risau Dedi. Ia khawatir terjadi kebakaran karena api menjalar dari tempat pembakaran sampah. Apalagi, rumput-rumput kering juga berdekatan dengan lokasi sampah yang dibakar.

Kekhawatiran serupa dilontarkan warga Pakemitan Kidul lain, Enok (50). Enok yang memiliki kolam pemancingan di sisi Cisinga mengaku terganggu dengan bau sampah itu. Sampah-sampah tersebut juga beterbangan dan mengotori halaman ruman warga. Enok mengaku khawatir pula kondisi tersebut membuat warga terjangkit penyakit.

Menurutnya, tumpukan sampah pernah diangkut petugas kebersihan menggunakan truk. Namun, keadaan itu tak berlangsung lama. "Sekarang numpuk lagi, tos pusing," ucapnya. 

Ia mengungkapkan, praktik itu bukan dilakukan warga sekitar lokasi pembuangan sampah. "Orang jauh, bukan orang sini," ujar Enok.

Sebagian pelaku bahkan menggunakan mobil untuk mengangkut sampah-sampahnya. "Dari mobil, sekarung dua karung," kata Enok.

Mereka beraksi malam hari pada sekira pukul 21.00 WIB atau 22.00 WIB saat suasana sepi. Enok pernah memergoki langsung pelaku. "Saya berteriak, ia (pelaku) kabur," tuturnya.

Enok berharap Pemkab Tasikmalaya menindak tegas perilaku para pembuang sampah di Cisinga. Jika perlu, Pemkab bisa memang CCTV atau kamera pengawas di lokasi yang menjadi tempat favorit membuang sampah. Upaya warga dengan memasang peringatan agar tak membuang sampah dengan tulisan-tulisan yang ditempel atau terpancang di tepi ‎Cisinga tak digubris pelaku. Peringatan-peringatan tersebut, lanjut Enok, justru hilang.

Tak hanya wilayah Ciawi, ruas Cisinga di kawasan Cisayong juga menjadi area pembuangan sampah seperti di dekat Jembatan Ciloseh. Di sana, sampah bukan sekadar atau bertumpuk tetapi sudah menggunung. Sampah-sampah itu tampak menghitam seperti sempat dibakar. Pemandangan tak nyaman tersebut pun berlanjut di wilayah Kota Tasikmalaya, luar ruas Cisinga. Di Jalan Letnan Jenderal Ibrahim Adjie, sampah bertumpuk di dekat pintu perlintasan kereta api.

Kondisi Jalan Letnan Harun setali tiga uang. Tumpukan-tumpukan sampah gampang ditemui di tepi jalan yang menjadi lokasi Kantor Pemerintah Kota Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya Kota. Wajah Tasikmalaya yang mengusung slogan kota Resik tersebut tak berubah kendati kerap diberitakan media massa. Pemkot pun sempat berdalih keadaan itu disebabkan minimnya jumlah armada pengangkutan untuk membersihkan tempat-tempat pembuangan sampah liar.***

Bagikan: