Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.3 ° C

Bukan Mangkrak, Lima Bus Trans Cirebon yang Belum Beroperasi Disebabkan Masalah Koordinasi dan Administrasi

Novianti Nurulliah
SEORANG petugas keamanan kantor Dinas Perhubungan Kota Cirebon melintas di depan deretan lima unit bus rapid transit (BRT) Trans Cirebon bantuan dari Kementrian Perhubungan untuk Kota Cirebon, yang sudah hampir sembilan bulan ini mangkrak tak bisa dioperasikan, Rabu, 21 Agustus 2019.*/ANI NUNUNG ARIYANI/PR
SEORANG petugas keamanan kantor Dinas Perhubungan Kota Cirebon melintas di depan deretan lima unit bus rapid transit (BRT) Trans Cirebon bantuan dari Kementrian Perhubungan untuk Kota Cirebon, yang sudah hampir sembilan bulan ini mangkrak tak bisa dioperasikan, Rabu, 21 Agustus 2019.*/ANI NUNUNG ARIYANI/PR

BANDUNG,(PR).- Dinas Perhubungan Jawa Barat akan menjembatani persoalan administrasi yang mengakibatkan lima unit Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon di Kota Cirebon belum bisa beroperasi. Dinas Perhubungan akan memfasilitasi Dinas Perhubungan Kota Cirebon dengan Kementrian Perhubungan, Dirjen Perhubungan Darat sebagai pihak yang melakukan pengadaan bus tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari mengatakan, terkat BRT posisi Dishub Jawa Barat hanya mendistribusikan, mengontrol dan mengawasinya. Pihaknya tidak menampik, ada beberapa BRT yang sampai saat ini belum bisa digunakan karena masalah administrasi. Dan hal itu tidak hanya di Kota Cirebon saja.

Untuk diketahui, pada 2018 Kemenhub menyalurkan 50 unit BRT yang disebarkan ke enam wilayah. Adapun rinciannya Kota Bandung dan sekitarnya 15 unit, dan sudah beroperasi semua. Kota Bekasi sebanyak 20 unit, dan sudah beroperasi semua. Kota Sukabumi sebanyak 5 unit sudah beroperasi.

"Untuk Kota Cirebon 5 unit, belum operasi karena Berita Acara Serah Terima operasional belum tuntas masalah teknis substansi administrasi, Kabupaten Cirebon 3 unit, Belum Operasi, karena biaya operasional. Indramayu 2 unit belum operasi karena masalah biaya operasional," ucap dia pada "PR", Kamis, 22 Agustus 2019.

Diakui Hery, ada beberapa daerah seperti di Cirebon yang secara administrasi ini belum tuntas sehingga belum dioperasikakan karena dasar pengoperasian belum tuntas dan daerah belum bisa menganggarakan untuk pengoperasannya. Dengan demikian, pihaknya pun menegaskan, hal yang terjadi terhadap kelima unit BRT itu bukan mangkrak. Bus yang belum beroperasi itu kondisinya bisa digunakan, tidak ada masalah dengan spesifikasi maupun dengan urusan hukum bahkan ada missmanajemen.

"Ini hanya masalah program yang belum teropeasikan yang belum tuntas, karena berita acara serah terima operasional (basto) belum tuntas. Ada detil yang belum disepakti dengan pusat,"ucap dia.

Diakui dia, pihaknya akan mulai menuntaskan permasalah tersebut bersamaan dengan daerah lainnya secepatnya. "Secepatnya speed up. ini masalah administrasi bukan spec (spesifikasi), bukan hukum, bukan missmanajemen ini hal kordinasi dan administrasi," ucap dia.***

Bagikan: