Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 21.8 ° C

Pelaku UMKM di Kabupaten Pangandaran Didorong untuk Bisa Bermain di Digital Marketing

Agus Kusnadi
IDA Rohidah pelaku UMKM asal warga Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran dengan produk keripik pisangnya yang bisa mencapai omzet belasan juta rupiah saat ikuti workshop yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo di hotel Krisna Beach pantai barat Pangandaran, Rabu, 21 Agustus 2019.*/AGUS KUSNADI/KP
IDA Rohidah pelaku UMKM asal warga Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran dengan produk keripik pisangnya yang bisa mencapai omzet belasan juta rupiah saat ikuti workshop yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo di hotel Krisna Beach pantai barat Pangandaran, Rabu, 21 Agustus 2019.*/AGUS KUSNADI/KP

PANGANDARAN,(PR).- Puluhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Pangandaran mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo Republik Indonesia di hotel Krisna Beach pantai barat Pangandaran. Direktur Layanan Telekomunikasi Dan Informasi Badan Usaha Bakti Kementerian Kominfo RI, Dhia Anugrah Febriansa mengatakan bahwa pihaknya memberikan suport terhadap para pelaku UMKM di Kabupaten Pangandaran untuk melakukan workshop digital wirausaha. 

"Harapan kami di era digital ini kita tidak hanya memfasilitasi barang-barang impor, tetapi kita kasih kesempatan bagaimana produk lokal khususnya di Pangandaran bisa dipasarkan melalui digital marketplace ke luar Pangandaran bahkan go international," ujar Dhia, Rabu, 21 Agustus 2019.

Menurutnya, dalam workshop tersebut tersedia beberapa mentor sehingga para pelaku UMKM bisa bertukar pikiran bagaimana sebuah produk siap dipasarkan. "Kalau untuk di Jawa Barat baru pertama kali ini kami lakukan di Pangandaran, karena selain dari hasil kelapanya, juga pariwisatanya bagus, jadi kita harapkan bisa mendongkrak produk lokal yang ada di Pangandaran," ujarnya.

Dalam workshop tersebut, produk lokal bisa dipasarkan melalui aplikasi yang sudah tersedia berikut dengan strategi pemasarannya. Salah satu pelaku UMKM asal Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran Ida Rohidah yang juga peserta workshop mengatakan usaha keripik pisangnya ini sudah ia geluti sejak 5 tahun kebelakang. "Untuk pemasaran keripik awalnya kami tawarkan melalui media sosial atau Facebook. Ada juga yang dari mulut ke mulut terus datang ke rumah memesan untuk oleh-oleh," ujar Ida. 

Ketika menjalankan usahanya, menurut Ida, dirinya dibantu oleh 5 orang yang merupakan warga setempat. Saat ini ia sudah mendapat pesanan produk berbahan baku dari pisang banyak yang dikirim ke luar Pangandaran, diantaranya seperti ke Surabaya, Jakarta dan Bogor. "Alhamdulillah bisa mendapatkan omzet Rp 10-15 juta per bulannya. Kadang bisa lebih bergantung jumlah pemesanan," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk satu kemasan keripik pisang dibanderol harga Rp 5.000-10.000 per kemasan. "Banyak macamnya sih untuk jenis keripik pisang berbagai rasa, ada sale pisang juga bahkan sekarang saya lagi buat keripil pisang karamel," ujarnya. 

Sementara Budi Youyastri, warga Pangandaran yang pernah menjadi anggota DPR RI pada periode 2014-2019 yang juga hadir pada workshop tersebut mengatakan, dirinya punya impian bahwa orang Pangandaran bisa berjualan ke seluruh Indonesia bahkan ke seluruh dunia dengan media baru. "Nama medianya media digital ecomart. Orang Pangandaran kan pintar dagang, ke pantai biasanya, atau ke toko-toko. Nah sekarang ada dunia baru, sekarang orang Pangandaran bisa jual produknya dengan calon pembeli secara langsung, modal sedikit, bisa dikerjakan di rumah, enggak perlu sewa jongko tapi yang beli banyak," ujarnya.***

Bagikan: