Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 24.4 ° C

Rumah Sakit jadi Lokasi Transaksi Narkoba

Tommi Andryandy
ILUSTRASI peredaran narkoba.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI peredaran narkoba.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

CIKARANG, (PR).- Kepolisian Sektor Cikarang menangkap Alex Tri Susanto (28), warga Tambun Selatan yang diduga sebagai pengedar narkoba. Ironisnya, Alex ditangkap usai bertransaksi di sebuah rumah sakit swasta di kawasan Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Pemilihan lokasi transaksi ini menjadi modus baru yang dilakukan agar dapat mengelabui polisi. Transaksi dilakukan dengan cara ditempel di sebuah rambu lalu lintas di tempat parkir rumah sakit.

“Jadi ini menjadi temuan baru kami, transaksi dilakukan di rumah sakit, (tersangka) berusaha mengelabui petugas namun gerak-gerik mereka terekam oleh kami,” ujar Kepala Polsek Cikarang, Komisaris Sujono, Senin, 19 Agustus 2019. 

Diungkapkan Sujono, praktik peredaran narkoba ini terbongkar setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat yag mencurigai adanya transaksi narkoba. Dari informasi tersebut, polisi lantas mendatangi lokasi.

Di tempat kejadian, polisi mengintai tersangka yang mengendarai sepeda motor masuk ke tempat parkir rumah sakit. Kemudian, tersangka berjalan menuju minimarket di area rumah sakit. Tersangka kembali dari minimarket dengan membawa kantung plastik berwarna perak.

“Sekembali dari minimarket, menuju sepeda motornya langsung kami tangkap. Kami lakukan penggeledahan lalu ditemukan satu paket narkoba jenis sabu di kantung plastik yang dia bawa,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku bertransaksi dengan seorang bandar. Narkoba yang dipesan kemudian ditempel di rambu tanda parkir motor di dekat minimarket. “Ada dua paket yang diamankan, dari barang bukti ini, tersangka kami identifikasi akan mengedarkan kembali,” ucap Sujono.

Atas perbuatannya, tersangka Alex dikenakan pasal 112 subsider pasal 127 Undang-undang 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun. “Saat ini kami tengah melakukan pengembangan terhadap bandar yang menyimpan narkoba tersebut. Informasi yang kami terima, masih di Kabupaten Bekasi,” ucapnya.***

Bagikan: