Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 22.6 ° C

Pengoperasian KA Pangandaran Dihentikan?

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI foto keretaapi.*/KAI.ID
ILUSTRASI foto keretaapi.*/KAI.ID

PANGANDARAN, (PR).- Kereta Api Pangandaran relasi Banjar-Bandung-Gambir yang diresmikan dan dioperasikan di stasiun Banjar pada 2 Januari 2019, dikabarkan akan dihentikan pengoperasiannya. Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat pun sangat menyayangkan rencana itu.

Ketua BPD PHRI Jabar, Herman Muhtar, mengatakan, KA Pangandaran memiliki potensi untuk memajukan pariwisata baik di Pangandaran maupun kota-kota yang dilewatinya. Karena itulah, dia meminta masyarakat yang merasakan manfaat dari KA Pangandaran untuk bersuara.

"Saya katakan, pemda tidak ikut menyosialisasikan ke masyarakat dan tidak ada usaha, mungkin seperti hotel-hotel di Jawa Barat kalau mau ke Pangandaran menawarkan ada kereta api, gitu kan? Nah, begitu juga saya harapkan hotel-hotel di Pangandaran seperti itu juga, ikut menawarkan kereta api kepada wisatawan. Tapi mana, di Pangandaran tidak ada usaha, coba gimana ini ada kereta kita antar jemput atau gimana," ujarnya kepada wartawan usai melantik Pengurus BPC PHRI Kabupaten Pangandaran, di ballroom Hotel Sandaan Pangandaran, Senin, 19 Agustus 2019.

Dikatakannya, ia tidak tahu apa alasan sehingga timbul rencana penghentian KA Pangandaran. Namun, ia berharap DPRD dan kepala dinas di Pangandaran bisa menyampaikan surat ke Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia, seperti dilaporkan Agus Kusnadi dari Kabar Priangan.

Sementara, pimpinan sementara DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, mengatakan, keberadaan KA Pangandaran memang sangat diperlukan untuk masyarakat. Selain itu, kereta tersebut juga dibutuhkan pariwisata Pangandaran.

"Bahkan, Pak Bupati sudah memaparkannya, betapa pentingnya transportasi pariwisata. Bukan hanya KA, tetapi Bupati juga sedang berupaya dan mencari celah agar bandara Nusawiru ini bisa naik kelas dan menjadi salah satu transportasi udara di bidang kepariwisataan," ungkap Asep. Menurut Asep, akses jalur darat maupun udara itu sangat penting untuk pariwisata.

Saat dikonfirmasi, Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Noxy Citrea, menyatakan, pihaknya justru belum mendaparkan kabar bahwa KA Pangandaran akan dihentikan. "Justru kami belum mendapatkan kabar apa-apa soal penghentian kereta api Pangandaran tersebut," ujar Noxy melalui sambungan telepon.

KETUA BPD PHRI Provinsi Jawa Barat, Herman Muhtar, saat melantik Ketua BPC PHRI Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana, serta pengurus PHRI yang lainnya di Hotel Sandaan Pangandaran, Senin, 19 Agustus 2019.*/AGUS KUSNADI/KP

Pengurus BPC PHRI Kab Pangandaran Dilantik

Ketua BPC PHRI Kabupaten Pangandaran yang dilantik untuk periode 2019-2020, Agus Mulyana, mengatakan, ia akan mengumpulkan data base hotel dan restoran yang ada di Kabupaten Pangandaran.

"Karena, belum semua pemilik hotel dan restoran yang ada di Kabupaten Pangandaran menjadi anggota PHRI," kata Agus. 

Selain itu, kata Agus, untuk mendorong pariwisata berkelas dunia, salah satu upaya PHRI adalah menciptakan hotel dan restoran yang ramah lingkungan untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan. "Kita ciptakan lingkungan yang bersih supaya wisatawan stay di Pangandaran dengan waktu yang lama. Tidak hanya dua atau tiga hari saja, bahkan bisa lebih," ujarnya. 

Pelantikan BPC PHRI Kabupaten Pangandaran itu dibuka oleh Asisten II Setda Kab Pangandaran, Ade Supriatna. Pelantikan juga dihadiri para pengurus BPD PHRI Provinsi Jawa Barat, Pengurus BPC PHRI Kab Pangandaran, Asita dan HPI Kab Pangandaran, TNI AL Pangandaran, Polsek Pangandaran, serta Kompepar Kabupaten Pangandaran.***

Bagikan: